BERTEPATAN DENGAN HARI BUMI, KKP SOSIALISASIKAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN PPKT BERTANGGUNG JAWAB DI KEPULAUAN SELAYAR

Untuk menjaga kesehatan laut dan keberlangsungan ekosistem bawah laut, Menteri Susi juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai seperti sedotan dan kantong kresek.

Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan berupa 69 paket bantuan alat penangkapan ikan, penyerahan klaim asuransi nelayan senilai Rp160 juta, penyerahan premi asuransi nelayan, sertifikat hak atas tanah nelayan sebanyak 93 bidang, dan 160 paket kacamata renang (goggles), serta bantuan permodalan melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) senilai Rp4,86 miliar bagi 9 kelompok usaha kelautan dan perikanan.

Selain bantuan penunjang kegiatan nelayan, bantuan kacamata renang yang diberikan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak akan indahnya dunia bawah laut, sehingga timbul rasa mencintai dan keinginan untuk menjaga dan merawatnya.

Atas bantuan yang diberikan pemerintah pusat, Basli mengucapkan terima kasih.  “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberi perhatian kepada masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Selayar. Program tol laut sudah menghubungkan gugusan pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar dengan pulau di kabupaten dan provinsi tetangga. Bantuan premi asuransi nelayan telah menyentuh 7.016 nelayan dan telah memberikan santunan kepada 33 ahli waris. Begitu juga setifikat hak atas tanah sejak tahun 2010 serta bantuan usaha permodalan nelayan,” ungkapnya.

Usai acara sosialisasi, Menteri Susi bersama rombongan bergerak meninjau Pulau Guang dan Pulau Malimbu, salah satu pulau yang diminati  investor asing. Di sana Menteri Susi disambut masyarakat yang menunggu untuk bertemu. Selain membagikan bantuan kacamata goggles bagi anak-anak dan ibu-ibu nelayan, Menteri Susi juga berpesan agar masyarakat  menjaga, merawat, dan mencintai laut dengan cara menangkap ikan dengan alat tangkap yang baik dan tidak merusak, serta tidak membuang sampah plastik ke laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *