Ketua Panitia Amdan: Gawe Naik Dango momen kembangkan Budaya Dayak Sebagai Kearifan Leluhur di Tengah Perubahan Zaman

Ketua Panitia Amdan: Gawe Naik Dango momen kembangkan Budaya Dayak Sebagai Kearifan Leluhur di Tengah Perubahan Zaman

Monterado Kabupaten Bengkayang. Porosnusantara co id. (Rabu 6/06/2026). Perayaan Gawe Naik Dango ke-3 Tahun 2026 tingkat Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang berlangsung meriah dan penuh hikmah di Rumah Panjang Monterado.Kegiatan budaya tahunan masyarakat Dayak tersebut mengusung tema “Ngampar Uma Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur Dalam Perubahan Zaman.”

Acara berlangsung lancar dan dihadiri oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, Ketua PKK Kabupaten Bengkayang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono, serta sejumlah tokoh masyarakat dan paguyuban.

Gawe Naik Dango dilaksanakan setiap tahun. Dan merupakan tradisi adat masyarakat Dayak sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen padi sekaligus penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang terus dijaga secara turun-temurun.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan adat yang digelar di Rumah Panjang Monterado. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang syukuran pascapanen, tetapi juga menjadi ruang mempererat persatuan, melestarikan budaya, dan menanamkan nilai-nilai adat Dayak kepada generasi muda.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada Panitia yang telah bekerja keras sehingga bisa terselenggaranya Gawe Naik Dango tahun ini. Menurutnya Dayak harus bersatu dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya sebagai salah satu kekayaan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Menurutnya, Gawe Naik Dango bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan simbol kuatnya identitas budaya masyarakat Dayak yang sarat makna kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *