Porosnusantara.co.id|
JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono beserta jajaran Kementerian Sosial.
Kedatangan Gus Ipul ke lembaga antirasuah itu bertujuan meminta masukan, saran, serta pengawasan terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Sosial, terutama untuk program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
“Kami ingin menyampaikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa di Kemensos, sekaligus meminta masukan, kritik, dan pengawasan agar semuanya berjalan sesuai aturan,” ujar Gus Ipul kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK.
Ia menjelaskan, Kementerian Sosial saat ini mulai memasuki tahapan pengadaan untuk tahun anggaran 2026. Karena itu, pengawasan sejak awal dinilai penting guna mencegah potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program.
“Kami ingin program strategis Presiden, khususnya Sekolah Rakyat, tidak dikotori praktik korupsi,” katanya.
Menurut Gus Ipul, pendampingan dari KPK diperlukan sebagai langkah preventif agar seluruh proses pengadaan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan hukum.
Kunjungan tersebut juga dilakukan di tengah sorotan publik terkait isu pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat yang nilainya disebut mencapai Rp700 ribu per pasang dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Menanggapi hal itu, Gus Ipul menegaskan pihaknya sejak awal membuka proses pengadaan kepada publik dan lembaga pengawas negara.
“Kami sudah terbuka sejak awal, baik kepada publik maupun lembaga pemeriksa seperti BPK dan BPKP,” ujarnya.






