Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Basli Ali melaporkan, Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki kurang lebih 130 pulau-pulau kecil. Dari jumlah tersebut ,127 pulau merupakan pulau sangat kecil (tiny island) yang ukurannya di bawah 100 Km2. Hanya 33 pulau di antaranya yang berpenghuni.
“Seluruh pulau-pulau kecil tersebut dikelilingi karang dan lamun sehingga kaya akan sumber daya perikanan dan pariwisata. Selayar juga memiliki jumlah nelayan 15.429 orang dalam 7.693 RTP. Kami menyadari tanpa kerja keras dan tata kelola yang baik, kekayaan alam tersebut tidak akan dinikmati oleh masyarakat. Oleh sebab itu, kami mengupayakan pengelolaan sumber daya alam dengan mengedepankan keberlanjutan,” papar Basli.
Basli menilai, sosialisasi yang dilakukan KKP ini sangat penting mengingat masyarakat perlu mengetahui aturan pengelolaan PPKT secara jelas. Masyarakat juga membutuhkan informasi mengenai pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), promosi dan investasi, sertifikasi hak atas tanah, dan pembangunan infrastruktur yang merupakan kebijakan utama KKP. Menurutnya, ini merupakan wujud hadirnya negara dalam membangun kedaulatan atas PPKT yang akan mendatangkan potensi ekonomi rill untuk menopang kekuatan ekonomi nasional.
Kabupaten Kepulauan Selayar sendiri memiliki dua sektor unggulan yaitu sektor kelautan dan perikanan dan sektor pariwisata. Sehubungan dengan itu, Pemda akan membangun dua program strategis. Pertama, mewujudkan Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai kawasan otonomi khusus sektor pariwisata. Kedua, pembangunan kawasan industri perikanan terpadu.
Namun Basli mengakui, masih terdapat praktik illegal dan destructive fishing (penangkapan ikan ilegal dan dengan cara merusak lingkungan) di masyarakat. Selain itu, kesadaran masyarakat akan bahaya sampah masih sangat minim, dan ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia perikanan andal masih sangat rendah.






