Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Haryono, data menunjukkan adanya kenaikan sampah plastik seiring dengan meningkatnya belanja online di masa pandemi. Agus mengatakan, sampah-sampah plastik tersebut tidak diolah dengan baik dan bermuara ke laut. Hal ini tentunya dapat mencemari ekosistem laut. Saat ini ancaman bagi biodiversitas laut kita adalah adanya praktik perikanan yang berlebihan (over-exploitation) dan penangkapan yang merusak (destrictive fishing).
Kelompok pecinta lingkungan telah memeringatkan bahwa pandemi virus Corona Covid-19 dapat memicu lonjakan polusi atau limbah yang mengancam kehidupan laut. Menyadur The Guardian, Operation Mer Propre, organisasi nirlaba Perancis, menemukan banyak sampah medis semacam masker, sarung tangan karet di laut dekat Antibes, Prancis.
World Widelife Fund for Nature (WWF) menggambarkan fenomena membludaknya sampah plastik di laut Mediterania ibaratkan membuang 33.800 botol plastik setiap menitnya ke laut. Angka tersebut menjadi meningkat pesat seiring mewabahnya Covid-19.
Sumber:
- Dampak Pencemaran Mikroplastik di Ekosistem Laut terhadap Zooplankton : Review Impact of Microplastics Pollution in Marine Ecosystem to Zooplankton : A Review., Mardiyana, Ari Kristiningsih,.Program Studi Teknik Mesin Perikanan, Politeknik Negeri Cilacap.
- Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol.2 No.01 Maret 2020
Danny*






