Ukuran mikroplastik yang kecil dan cenderung mengapung di kolom air sehingga mudah masuk dan terakumulasi pada organisme laut (Cordova, Purwiyanto, & Suteja, 2019). Salah satu organisme yang dapat memakan mikroplastik yakni zooplankton. Zooplankton pada jenis meroplankton merupakan tahapan juvenil dari spesies yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti larva Bivalvia, Brachyura (megalopa), larva Caridae, larva Paguridae, dan Porcellanidae. Jenis-jenis meroplankton tersebut teridentifikasi memakan mikroplastik baik secara utuh maupun sebagian (Cole et al., 2013). Secara umum zooplankton dapat memakan mikroplastik yang memiliki diameter 1,4-30,6 μm dengan kapasitas yang berbeda-beda tergantung spesies dan ukuran mikroplastik (Cole et al., 2013).
Setiap tahun, jutaan metrik ton plastik diproduksi untuk kemasan makanan, produk perawatan kecantikan, alat tangkap, dan aktivitas manusia lainnya yang berujung masuk ke laut baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Partikel turunan plastik ini yang dikenal dengan mikroplastik telah terdeteksi di semua samudera di dunia dan juga di banyak ekosistem air tawar, terakumulasi dalam sedimen, di garis pantai, tersuspensi di kolom air dan dicerna oleh plankton, ikan, burung, dan mamalia laut (Lin, 2016). Densitas mikroplastik menentukan persebarannya di kolom air. Secara umum, jenis PE (polyetilen) dan PP (polypropilen) akan mengambang karena densitasnya lebih kecil dibandingkan dengan air sedangkan jenis PVC (polyvinylidene chloride), PS (polystiren), PET dan PA (polyamide) yang memiliki densitas lebih besar dari air sehingga akan cenderung tenggelam di kolom air (Guo & Wang, 2019). Ukurannya yang sangat kecil sehingga mikroplastik ini tidak mudah terlihat dengan mata telanjang bahkan jenis mesoplastik yang dicampur dengan pasir masih sulit untuk dibedakan (Andrady, 2011).






