Untuk menepis kekhawatiran tersebut, mayoritas responden (90 persen) mengusulkan dilakukan uji kejayakan (fit and proper test) kandidat Wagub DKI Jakarta secara terbuka dan disiarkan secara luas ke pubiik. Sementara yang tidak setuju uji kelayakan hanya kecil (7 persen).
(Tyo*)






