Nelayan Sukatani Diculik di Siang Bolong, Dibawa Mutar-Mutar ke Penginapan Jampang dan Diperas Rp 35 Juta

 
 

Setelah dibawa berputar-putar tanpa tujuan yang jelas, mobil tersebut akhirnya berhenti di sebuah penginapan di daerah Jampang, Sukabumi. Di sana, ternyata sudah ada satu oknum lain yang menunggu.

Di penginapan itulah topeng mereka terbuka. Tidak ada pemeriksaan hukum, tidak ada BAP. Yang ada hanya satu permintaan: UANG

 

MODUS PEMERASAN: DARI RATUSAN JUTA JADI 35 JUTA

Para oknum awalnya meminta uang tebusan hingga ratusan juta rupiah. Mereka melontarkan ancaman-ancaman serius jika permintaan tidak dipenuhi, termasuk ancaman akan mempidanakan Adrom dengan kasus yang tidak pernah ia lakukan.

Adrom terus berdebat di dalam mobil. Ia bersikeras tidak melakukan kesalahan yang dituduhkan. Namun posisinya sebagai nelayan kecil yang tidak berdaya membuatnya terpojok.

Karena Adrom dan istrinya di rumah tidak memiliki uang sebanyak itu, negosiasi alot terjadi. Keluarga yang panik dan ketakutan akhirnya berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 35.000.000 (Tiga Puluh Lima Juta Rupiah).

Uang tersebut merupakan uang tabungan keluarga dan hasil pinjaman.

“Karena tidak punya uang, Adrom dan istrinya sangat tertekan. Ini murni pemerasan. Dari awal niatnya hanya ingin memeras Adrom,” ungkap kuasa hukum.

Setelah uang tebusan diserahkan, pada sore harinya, Adrom dilepas begitu saja di wilayah Kota Sukabumi, bukan di kantor polisi. Sebelumnya, pihak keluarga telah berupaya mencari ke Polres Sukabumi hingga ke Polda Jabar, namun dinyatakan tidak ada penangkapan atas nama Adrom.

ADA DALANG? NELAYAN MINTA PERLINDUNGAN

Dalam keterangannya setelah bebas, Adrom dengan jujur mengatakan bahwa penculikan terhadap dirinya ini ada dalangnya yang tidak bisa ia katakan secara terbuka. Ia menduga ada pihak yang sengaja ingin menyingkirkan atau memberi pelajaran kepada nelayan di Surade.

 
Penulis: Supriyadi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *