Uncen diharapkan menjadi pelopor kemajuan di bidang riset di Papua.
“Tuntutan masyarakat pada Universitas Cenderawasih untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, serta memiliki kemampuan penunjang seperti menguasai hard skill dan soft skill agar mampu bersaing di tingkat nasional dan global,, kami dapat wujudkan jika diberi kesempatan memimpin Uncen,” ujar pria kelahiran Aifat/Sorong, 24 September 1968.
Uncen memiliki keunggulan,
Alih-alih Dr. Septinus Saa rindu ke depan memimpin Uncen oleh karena menurutnya, lebih dari 90 % Program studi sudah terakreditasi. “Program studi yang belum terakreditasi adalah program studi yang baru di usulkan dan telah disetujui oleh Kemdikbud.
Universitas Cenderawasih memiliki unit pelaksana penjaminan mutu yang telah dilembagakan secara struktural, serta prosedur pelaksanaan penjaminan mutu yang telah disahkan. Tersedianya unit dan prosedur audit internal yang mapan baik di bidang akademik maupun non akademik Universitas Cenderawasih memiliki Unit Pusat Pengembangan Karir (Career Development Center/CDC) untuk menjawab komitmen universitas dalam membekali calon lulusan memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Dia juga menambahkan, Universitas Cenderawasih memiliki dosen tetap dengan kualifikasi S2 dan S3, sebanyak 585 orang yang telah memenuhi syarat sebagai staf pengajar sebagaimana menurut peraturan perundang-undangan, yakni minimal bergelar Magister (S-2). “Universitas Cenderawasih memfasilitasi perolehan sertifikasi pendidik professional bagi para Dosen Universitas Cenderawasih dan lebih dari 75 % dosen telah tersertifikasi,” ujar lulus Universitas Cenderawasih (S1) Jayapura-Papua 1994 Ilmu Administrasi Negara. Magister Universitas Gadjah Mada (S2) Yogyakarta (Provinsi Daerah Istimewah Yogyakarta) 2008 Ilmu Administrasi. Dan lulusan Universitas Hasanuddin (S3) Makassar (Provinsi Sulawesi Selatan) 2016 Ilmu Administrasi.






