Bingung ‘ kan?!
Politisi PKS ini juga menyebut jilbab sebagai “kearifan lokal” sesuai spirit (warisan Perang Padri) di Minangkabau, “Adai Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah” (adat bersendikan syariah, syariah bersendikan kitab Allah).
Kenapa jilbab baru muncul dan marak di era 1990an? Kenapa bukan dari abad 7 Masehi, ketika Islam masuk tanah Minangkabau – sebagaimana tercatat sejarah? Atau sesudah perang Padri di pertengahan abad 18 itu?
Saya tampilkan di postingan ini foto dua keluarga tokoh ulama dan intelektual kebanggaan Minangkabau Buya Hamka dan Moh Natsir bersama keluarganya. Dua dua keluarga ini – seperti yang nampak difoto – tak ada yang berjilbab.
THE BEST religion is the least religion – kata orang bijak di abad 20
Nabi Muhammad SAW adalah pembawa ajaran kebenaran – bukan Raja.
Muhammad SAW diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak – moralitas, bukan membangun negara.
Islam yang dibawa Muhamad SAW adalah agama – bukan sistem pemerintahan.
Karena itu – ajaran Islam sebaiknya jangan dilibatkan dalam sistem pemerintahan, melainkan mendidik akhlak para penguasanya agar bisa membuat kebijakan yang bisa diterima semua penganut agama – mengayomi semua umat. Bukan untuk mengistimewakan satu agama dan mendiskriminasi agama lain.
Indonesia bukan negara agama. Indonesia adalah negara aman dan damai bagi banyak agama. Bukan milik satu agama.
Dengan ideologi Pancasila yang telah disepakati pendiri negara ini – negara Indonesia BerKetuhanan Yang Maha Esa, Ber-Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, manjaga Persatuan, Musyawarah dan menjunjung Keadilan bagi seluruh rakyat .
Tak ada pembenaran warga mayoritas mengintimidasi kaum minoritas.
Semua umat beragama berkedudukan setara. Tidak sama tapi setara. Tidak boleh ada yang memaksakan kehendak satu pihak kepada pihak lain.






