Badan Geologi KESDM dan PT Geo Dipa Energi Tandatangani Nota Kesepahaman Terkait Penyelidikan dan Penelitian Panas Bumi

Mewakili Menteri ESDM Ignasius Jonan, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), FX Sutijastoto mengatakan, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi panas bumi yang besar yakni sekitar 29 Gw. Namun demikian kapasitas terpasang listrik dari panas bumi baru sekitar 1.948 MW atau sekitar 7% dari potensi yang ada pada tahun 2018.

Sesuai dengan target RUPTL PLN 2019-2028, yaitu 6.310 MW pada tahun 2025, dalam 6 tahun kedepan kita menargetkan kapasitas sebesar sekitar 5.200 MW atau rata-rata 720 MW per tahun. Dalam bauran energi untuk pembangkit listrik peran panas bumi ditargetkan meningkat dari hanya 5% pada saat ini menjadi 11% pada tahun 2025,” ujar Sutijastoto.

Pada tahun 2025 peran panas bumi pada RUPTL PLN adalah 43.900 GWH atau setara dengan 100.000 barel minyak per hari. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengembangan panas bumi mempunyai arti strategis bagi keamanan energi nasional melalui subsitusi impor minyak bumi yang kurang lebih 100.000 barel per hari pada tahun 2025.

Pengembangan panas bumi mempunyai peran yang penting bagi pengembangan infrastruktur daerah dan perekonomian diwilayah sekitar potensi panas bumi. Dalam rangka menjaga keberlangsungan operasi panas bumi dengan masa yang cukup panjang wilayah kerja panas bumi akan selalu menjaga konservasi hutan-hutan disekitar potensi panas bumi sedemikian rupa sehingga siklus air dapat dijaga keberlangsungannya.

Kerjasama antara Badan Geologi Kementerian ESDM dengan PT Geo Dipa (Persero) ini meliputi penyelidikan dan penelitian bidang geologi, penyiapan data dan informasi bidang geologi, Pemanfaatan sarana survei dan laboratorium, Peningkatan kemampuan sumber daya manusia, penyediaan data dan informasi panas bumi untuk tahap eksplorasi dan kegiatan lain yang disepakati oleh Para Pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *