Arahan Pemerintah ini di aminkan oleh Kelompok Tani Taga, Desa Golo Nderu, Kecamatan kota komba, Kabupaten Manggarai Timur yang di ketuai oleh Remegius Jebarus.
Kelompok Tani Taga Menagkap peluang Yang bagus di tegah Pandemi corona dengan membudidayakan jahe karena sekarang Jahe menjadi salah satu primadona Rimpang penguat imun penagkal corona.
Menurut Ketua Kelompok Tani Taga mereka menanam jahe di lahan 25 ha Jahe Lagi naik daun sekarang di tengah Pandemi Corona.
“ kami menanam jahe secara swadaya dengan anggota kelompok lainnya di luasan 25 ha di mulai sejak januari 2020 karena jahe adalah rimpang dan bumbu dapur yang sangat banyak peminatnya dan gak akan putus permintaan apalagi sekarang di tengah pandemi corona” ujar Remigius.
Lanjut Remigius penanaman jahe di lakukan secara tumpang sari dengan tanaman lain yaitu kacang merah.
“ Untuk mendapatkan hasil tambahan dari kebun Jahe yang saya miliki, biasanya saya dan sebagian besar petani di sini memanfaatkan lahan kebun itu dengan menambahkan jenis tanaman lainnya seperti Kacang Merah dengan sistem tumpang sari,” kata Remigius.
Bertolomeus Sau,S.Pt selaku penyuluh pendamping mengatakan di tengah pandemic crona ini kami memotivasi petani untuk menanam jahe karena jahe merupakan salah satu rimpang yang lagi naik daun dan di cari-cari banyak orang, dan penanamannya dengan sistem tanam tumpang sari cara sangat baik dan banyak manfaat yang bisa di dapatkan oleh petani selain dari keuntungan iru sendiri
“manfaat yang yang didapatkan petani saat menggunakan metode Tumpang sari di lahannya bisa Mengurangi resiko erosi tanah akibat air hujan, Mennyuburkan serta memperbaiki struktur tanah, Apabila ukuran lahan kecil, maka metode Tumpang Sari dapat memaksimalkan lahan tersebut menjadi lebih berpotensi” kata Berto.






