Porosnusantara.co.id, Jakarta – Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menaruh perhatian besar terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para pelaku usaha serta dampak lingkungan yang dihasilkan dari pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Hal ini ditunjukkan dengan meluncurkan buku pedoman Pedoman Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) dalam Pengoperasian Instalasi Biogas Berbasis Limbah Cair Kelapa Sawit
“Buku ini menjadi acuan dan panduan Direktorat Jenderal EBTKE c.q. Direktorat Bioenergi, dalam melakukan monitoring dan evaluasi implementasi K3L pada instalasi biogas berbasis limbah cair kelapa sawit,” kata Direktur Biogas Andriah Feby Misna mewakili Direktur Jenderal EBTKE saat peluncuran buku tersebut di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Kamis (28/3).
Feby mengungkapkan buku ini akan menjadi rujukan bagi stakeholder terkait dalam melakukan pengawasan K3L. Sehingga mampu meningkatkan layanan keselamatan dan kesehatan para pekerja di industri Biogas.
Ia pun tak lupa berterima kasih kepada Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) yang turut serta membantu dalam penyusunan buku tersebut.
“Terima kasih kepada GIZ atas kontribusinya yang besar dalam mendukung pengembangan EBT di Indonesia, semua stakeholder yang telah turut berkontribusi dalam penyusunan pedoman ini,” ungkapnya.
Buku pedoman ini merupakan salah satu output dari pelaksanaan Proyek Strategic Exploration of Economic Mitigation Potential through Renewables (ExploRE) yang merupakan kegiatan kerjasama teknis antara Pemerintah Indonesia melalui Ditjen EBTKE dengan GIZ dalam bidang energi terbarukan. “Dimulai sejak akhir 2017 oleh Direktorat Bioenergi sebagai benchmark pedoman K3. Kemudian ditindaklanjuti pada tahun 2018 melalui kerja sama dengan GIZ,” tutur Feby.






