Porosnusantara.co.id |JAKARTA – Dalam rangka memperingati International Mangrove Day 2026, Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti kembali menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui aksi penanaman mangrove bertajuk “Strong Roots, Strong Generation, Brighter Future” di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan kedelapan tersebut menjadi wujud konsistensi STMA Trisakti dalam mendukung pelestarian lingkungan, mitigasi perubahan iklim, serta pembangunan berkelanjutan.
Pada tahun ini, sebanyak 3.250 bibit mangrove ditanam di dua titik kawasan pesisir Jakarta Utara melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, regulator, asosiasi industri, perguruan tinggi, perusahaan perasuransian, akademisi, mahasiswa, alumni, serta masyarakat.
Ketua Pelaksana PKM Mangrove 2026, Dr. Reimond Napitupulu, M.M., menyampaikan laporan kegiatan sebelum acara secara resmi dibuka oleh Ketua STMA Trisakti, Dr. Antonius Anton Lie, S.E., M.M.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Agung Permana mewakili LLDIKTI Wilayah III, Munawar Kasan selaku Direktur Pengawasan Asuransi Umum dan Reasuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Budi Herawan selaku Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Nurwomo selaku Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Eko Cahyono, S.T., M.AP. mewakili Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, pimpinan Universitas Trisakti, perwakilan perusahaan industri perasuransian, dosen, mahasiswa, alumni, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Ketua STMA Trisakti Dr. Antonius Anton Lie mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa dunia pendidikan dapat menjadi motor penggerak kepedulian terhadap lingkungan. Selama delapan tahun terakhir STMA Trisakti terus menginisiasi gerakan penanaman mangrove bersama regulator, asosiasi, industri, akademisi, dan masyarakat. Kami percaya bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam membangun masa depan yang berkelanjutan,” ujar Antonius.
Ia menambahkan, industri perasuransian memiliki peran strategis dalam mendukung mitigasi risiko bencana dan perubahan iklim.
“Melalui kolaborasi dengan regulator, asosiasi, perusahaan asuransi, reasuransi, broker, dan institusi pendidikan, kami berharap kesadaran terhadap mitigasi risiko lingkungan semakin meningkat. Mangrove bukan hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana dan mendukung keberlanjutan lingkungan hidup,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengapresiasi konsistensi STMA Trisakti dalam menyelenggarakan kegiatan penanaman mangrove setiap tahun.
“International Mangrove Day menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. AAUI mengapresiasi STMA Trisakti yang secara konsisten menjadikan kegiatan penanaman mangrove sebagai agenda tahunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Budi.
Direktur Pengawasan Asuransi Umum dan Reasuransi OJK, Munawar Kasan, menilai pelestarian lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun ketahanan terhadap risiko bencana.
“Semakin baik kualitas lingkungan, semakin kecil potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi keberlanjutan industri perasuransian nasional,” ungkapnya.
Selain penanaman mangrove, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan sertifikat penghargaan dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta kepada STMA Trisakti, pemberian penghargaan kepada perusahaan pendukung, pemutaran dokumentasi perjalanan delapan tahun kegiatan Mangrove STMA Trisakti, serta penyerahan bibit mangrove secara simbolis.
Kegiatan International Mangrove Day 2026 mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk regulator, pemerintah, asosiasi profesi, perguruan tinggi, serta 29 mitra industri perasuransian yang turut berkontribusi dalam menyukseskan program tersebut.
Melalui kegiatan ini, STMA Trisakti menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berperan dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang perasuransian, tetapi juga aktif berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, regulator, asosiasi profesi, dan industri diharapkan dapat terus berkembang untuk menciptakan ekosistem pesisir yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.






