Porosnusantara.co.id | PEKANBARU – Turnamen Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 tak hanya menjadi ajang kompetisi bagi atlet nasional, tetapi juga membuka panggung bagi atlet penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Untuk pertama kalinya, kejuaraan bergengsi yang digelar Polri tersebut mempertandingkan nomor para bulu tangkis sebagai bagian dari upaya pembinaan olahraga yang lebih inklusif.
National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Riau memastikan mengirimkan empat atlet terbaiknya untuk berlaga pada Kapolri Cup 2026 yang akan berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Pelatih para bulu tangkis NPCI Riau, Yeyen Aryo Kusuma, mengatakan atlet yang akan memperkuat kontingen Riau adalah Leani Ratri Oktila, Alfatih Mauli Pratiwi, M. Fadlan Pandu Winata, dan John Kanedi.
“Persiapan atlet sudah kami lakukan sejak beberapa waktu lalu. Kami terus memantau perkembangan latihan mereka agar tampil maksimal di Kapolri Cup nanti,” kata Yeyen, Kamis (23/7/2026).
Menurut Yeyen, peluang terbesar meraih medali emas berada di tangan Leani Ratri Oktila. Atlet peraih berbagai gelar internasional tersebut dinilai memiliki pengalaman yang mumpuni karena hingga kini masih menjadi bagian dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).
“Target emas kami ada di Leani Ratri karena dia merupakan atlet Pelatnas. Sementara tiga atlet lainnya tidak kami bebani target yang terlalu tinggi karena persaingan juga akan diikuti banyak atlet Pelatnas dari daerah lain,” ujarnya.
Ketua NPCI Provinsi Riau, Indra Warman, mengatakan rombongan dijadwalkan bertolak menuju lokasi pertandingan pada Minggu (26/7/2026). Ia berharap seluruh atlet mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi bagi Provinsi Riau.
“Kami berharap keempat atlet ini bisa meraih prestasi di Kapolri Cup. Leani Ratri tentu menjadi salah satu andalan karena sudah tergabung di Pelatnas, tetapi kami juga berharap atlet lainnya mampu memberikan kejutan,” kata Indra.
Indra juga mengapresiasi dukungan Kapolda Riau yang memfasilitasi keberangkatan dan kebutuhan kontingen selama mengikuti kejuaraan. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk tampil maksimal.






