Piala Kapolri 2026 Digelar, Lebih dari 1.000 Peserta Siap Berlaga di Kejuaraan Bulu Tangkis Nasional

Poronusantara.co.id | JAKARTA – Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Kapolri 2026 resmi digelar dengan melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari tiga kategori, yakni kategori umum, Polri, dan disabilitas. Turnamen ini berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 di sejumlah gelanggang olahraga di Jakarta.

Ketua Seksi Humas Piala Kapolri 2026, Irjen Pol. Ahmad Ramadhan, mengatakan pertandingan akan digelar di tiga lokasi, yaitu GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Pondok Bambu.

“Pertandingan akan berlangsung di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Pondok Bambu,” ujar Ahmad dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, jumlah peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut terdiri dari 591 atlet kategori umum, 558 peserta kategori Polri, serta 70 atlet disabilitas binaan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

Pada kategori umum, pertandingan mempertandingkan kelompok usia pemula U-15, remaja U-17, dan taruna U-19. Peserta berasal dari atlet peringkat satu hingga 32 nasional yang akan bersaing dalam lima nomor pertandingan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Sementara kategori Polri diikuti oleh perwakilan sejumlah kepolisian daerah serta satuan kerja Mabes Polri. Pertandingan kategori ini mempertandingkan nomor beregu putra dengan format tiga partai ganda putra.

Format pertandingan beregu Polri terdiri dari satu pasangan dengan total usia minimal 85 tahun, satu pasangan dengan total usia minimal 60 tahun, serta satu pasangan tanpa batasan usia.

Untuk kategori disabilitas, sebanyak 70 atlet dari 10 provinsi akan bertanding berdasarkan klasifikasi masing-masing. Enam nomor yang dipertandingkan meliputi tunggal putra WH1/WH2 gabungan, tunggal putra SL3, tunggal putra SL4, tunggal putra SU5, tunggal putri SL3/SL4/SU5 gabungan, serta tunggal SH6 putra-putri gabungan.

“Pembagian berdasarkan klasifikasi ini untuk memastikan pertandingan berlangsung kompetitif dan adil serta memberikan kesempatan yang setara untuk berprestasi,” kata Ahmad.

Seluruh pertandingan menggunakan sistem gugur. Para pemenang nantinya akan mendapatkan sertifikat, medali, piala, serta uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih.

Menurut Ahmad, Piala Kapolri 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Polri ingin menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, persatuan, dan kesempatan yang inklusif bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, mengapresiasi komitmen Polri dalam mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi bulu tangkis nasional.

“Saya menyampaikan apresiasi atas komitmen Kapolri dalam mendukung bulu tangkis nasional. Kolaborasi ini merupakan wujud sinergi yang positif bagi prestasi bulu tangkis Indonesia,” kata Ricky.

Menurut Ricky, kejuaraan tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menambah pengalaman bertanding sebelum menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi. Ia optimistis Piala Kapolri 2026 dapat menjadi wadah untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Ukun Rukaendi, menilai keterlibatan atlet disabilitas dalam Piala Kapolri 2026 menjadi langkah penting untuk menunjukkan bahwa penyandang disabilitas mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara melalui olahraga.

Menurut Ukun, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari persiapan atlet Indonesia menghadapi Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.

“Piala Kapolri memberikan kesempatan kepada atlet disabilitas untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat pembinaan di daerah masing-masing,” ujar Ukun.

Melalui penyelenggaraan Piala Kapolri 2026, diharapkan lahir atlet-atlet berprestasi sekaligus semakin memperkuat semangat sportivitas, inklusivitas, dan persatuan melalui olahraga bulu tangkis.

Penulis: Supriyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *