Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Adakan Seminar Indonesia Cooperative Outlook 2019

DSC_0376

“Reformasi total koperasi telah berhasil meningkatkan PDB koperasi terhadap PDB nasional”, tutur Prof. Rully Indrawan

Sementara narasumber lainnya yaitu Herliana ketua KOPKUN dan Pembina KOPKUN Institute menjelaskan peluang koperasi kedepannya. Herliana berharap perlu ada regulasi dari pemerintah dalam membangun koperasi. Pasalnya saat ini koperasi seperti dianak tirikan dan tidak bisa masuk ke semua sektor. “koperasi dianggap kecil, koperasi itu ya jual keripik, koperasi itu ya simpan pinjam. Seperti itulah kebanyakan orang berfikir mengenai koperasi. Koperasi seperti dianak tirikan oleh pemerintah. Koperasi tidak bisa masuk ke sector pembangunan jalan atau perumahan semuanya harus PT”. jelas Herliana

Pembicara terakhir, Suroto sebagai Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (AKSES) menjelaskan mengenai koperasi Indonesia antara utopia dan realita. Menurutnya saat ini koperasi dieluk-elukan tapi tidak diharapkan keberadaannya, koperasi harus didorong berakselerasi dengan era 4.0 dan menjadi kekuatan penyeimbang. Dibutuhkan paradigma, regulasi dan kelembagaan bagi pertumbuhan koperasi.

Suroto mencontohkan banyak sekali koperasi-koperasi luar negeri yang sukses dan bahkan lebih besar dari merk supermarket terbesar di Indonesia. Inilah yang disebut Suroto sebagai model konglomerasi sosial koperasi dan berharap koperasi Indonesia bisa menjadi model konglomerasi sosial koperasi.

Diakhir seminar, sebagai bentuk apresiasi pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia memberikan tanda terima kasih kepada para pembicara dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama peserta seminar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *