JAKARTA, POROS NUSANTARA – Sabtu, 16 September 2017 di Gedung Gereja Tugu yang telah berusia 269 tahun. Pdt. Darius Leiwakabessy, S.Th, M.Min memberikan materi bina Mengelola Penatalayanan Jemaat (Program Kerja dan Anggaran Jemaat).
Gereja Tugu yang pada tahun 1960 telah berafiliasi menjadi GPIB Jemaat Tugu oleh Pdt. Albert Hermanus Quiko itu melakukan pembinaan calon tetap Diaken dan Penatua Tahap Kedua. Mengelola Penayalayanaan Jemaat bertujuan mengetahui tujuan dan perencanaan pelaksanaan pelayanan di tengah jemaat, apa maksudnya, Program Kerja dan Anggaran Jemaat adalah program GPIB di lingkup jemaat yang berisi kegiatan sinodal, dapat menyusun PKA Tahunan dengqn efektif dan efisien berdasarkan KUPPG dan kebutuhan lokal jemaat serta dapat mengisi formulir data pelaksanaan pelayanan dengan skala prioritas
Yang menjadi kata-kata kuncinya adalah mengelola, penatalayanan, jemaat dan program kerja dan anggaran. Program yang ada adalah program Majelis Jemaat bukan program bidang dari kategorial. Sehingga pemahaman bidang oleh masing-masing kategorial untuk jor-joran dalam pelaksanaannya tidak akan terjadi. Kategorial melaksanakan program Majelis Jemaat. Dalam kesempatan tersebut peserta pembinaan diikuti 60 peserta dari Sektor I (Kaesarea) hingga IX (Yerusalem).
Pemahaman Penatalayanan GPIB terdiri atas Pemahaman Iman GPIB yang terdiri atas Ekklesiologi dan Misiologi. Ekklesiologi terdiri atas Tata Gereja, Yata Ibadah dan Akta Gereja serta Misiologi Pdt. Darius Leiwakabessy, S.Th, M.Min merupakan putra keturunan Portugis Tugu dari oma (nenek) berfam Michiels. Kini beliau adalah Ketua Majelis Jemaat GPIB “Eirene” Jakarta Utara dan Ketua MUPEL Jakarta Utara.
(Laporan : Johan Sopaheluwakan)