Listrik Batam Padam Massal, PLN Sebut Gangguan Diduga Berawal dari Gardu Induk Sungai Harapan

Ilustrasi gardu listrik sumber : pinterest
 
 

Badan Pengusahaan (BP) Batam menyatakan telah berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan, terutama pada fasilitas vital seperti rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan fasilitas pelayanan publik lainnya.

Dalam konteks ekonomi, gangguan listrik dapat menghambat kegiatan usaha yang bergantung pada pasokan listrik secara berkelanjutan. Namun, belum terdapat data terverifikasi mengenai total kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh pemadaman tersebut.

 

PLN Bantah Informasi Pemadaman Selama Tiga Hari

Di tengah proses pemulihan, beredar informasi di media sosial dan aplikasi percakapan yang menyebutkan akan terjadi pemadaman terencana selama tiga hari, yakni 12–14 Oktober 2026. Informasi lain menyebutkan pasokan listrik hanya akan menyala selama enam jam.

PLN Batam membantah informasi tersebut dan menyatakan tidak pernah mengeluarkan pengumuman mengenai pemadaman terencana selama tiga hari maupun pembatasan waktu nyala listrik tersebut.

Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengimbau masyarakat memeriksa informasi melalui kanal resmi PLN Batam serta tidak menyebarkan pesan yang belum terverifikasi.

PLN Batam juga menyatakan kompensasi dapat diberikan apabila gangguan melampaui standar tingkat mutu pelayanan atau perjanjian layanan yang berlaku. Besaran dan mekanisme kompensasi mengikuti kategori layanan pelanggan serta ketentuan yang berlaku.

Hingga Selasa (13/10/2026), pemulihan telah mencapai sebagian besar pelanggan terdampak. Penelusuran penyebab utama gangguan dan pemantauan keandalan sistem menjadi bagian penting untuk memastikan pasokan listrik kembali stabil serta mengurangi risiko gangguan serupa terhadap kegiatan masyarakat dan dunia usaha.

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *