Porosnusantara.co.id| Jakarta- Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional 2026 , Komunitas Kebaya Menari bersama Perempuan Berkebaya Indonesia cabang Jakarta (PBIJ) dan Pewibi sebagai mintra komunitas menggelar Gebyar Kebaya di SCBD Week Land.
Menurut Yanti Moeljono, Ketua Komunitas Kebaya Menari dan ketua panitia acara ini , Kegiatan dilakukan bertujuan untuk mengajak para perempuan khususnya di Jakarta dengan bangga memakai kebaya dalam keseharian serta memperkenalkan kebaya melalui kegiatan menari di dalam maupun ke Luar Negri. “Kebaya adalah jati diri perempuan Indonesia yang patut dilestarikan dan dijaga sehingga akan selalu ada di masa depan,” ujar Yanti.
Acara perayaan Hari Kebaya Nasional (HKN) yang dihadiri istri Walikota Jakarta ini mengumpulkan para perempuan dengan memakai kebaya dan menonton pertunjukan tari , talk show kebaya serta parade kebaya dari beberapa perancang kebaya yang menampilkan berbagai jenis jenis kebaya yang ada saat ini.
“Kami benar-benar berupaya agar busana warisan leluhur bangsa ini dikenal, dicintai, dan dipakai para perempuan berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja dan oma-oma di Jakarta,” kata Nuniek Restu Wilujeung, Ketua PBIJ.
Ketua Umum PBI Rahmi Hidayati menambahkan, HKN bukan hanya sekedar perayaan keberadaan kebaya, namun momentum penghargaan warisan budaya bangsa. Untuk itu PBI menjalankan berbagai upaya pelestarian ke generasi muda seperti Kebaya Goes to School, Kebaya Goes to Campus, Kebaya Goes to Office dan Kebaya Goes to The World.
Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023. Penetapan tersebut merupakan bentuk komitmen negara dalam melestarikan kebaya sebagai warisan budaya bangsa sekaligus simbol identitas perempuan Indonesia. Pelestarian budaya harus dimulai sejak usia dini melalui keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat.






