Kapasitas Kapal di Pelabuhan Merak Masih Longgar, Arus Mudik Mulai Meningkat

Pihak kepolisian bersama pengelola pelabuhan juga telah menyiapkan skema pengaturan kendaraan apabila terjadi lonjakan volume. Jika jumlah kendaraan yang datang melebihi 500 unit, kendaraan tidak langsung diarahkan menuju Jalan Lingkar Selatan (JLS), melainkan ditempatkan terlebih dahulu di area penyangga atau buffer zone sebelum masuk pelabuhan.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemacetan di jalur menuju pelabuhan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan Merak.

Pada hari biasa, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Merak berkisar antara 5.000 hingga 10.000 unit per hari. Namun menjelang musim mudik Lebaran, terutama mulai H-7 hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri, jumlah kendaraan dapat meningkat drastis hingga ratusan ribu unit.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, sejumlah kantong parkir dan buffer zone telah disiapkan dengan kapasitas tampung sekitar 2.000 kendaraan. Area ini berfungsi sebagai tempat penampungan sementara kendaraan sebelum diarahkan masuk ke area dermaga.

Hingga saat ini, fasilitas tersebut bahkan belum sepenuhnya digunakan karena arus kendaraan masih terpantau terkendali.

Secara umum, situasi pengamanan arus mudik di kawasan Pelabuhan Merak dilaporkan aman dan kondusif. Arus penyeberangan dari ujung Pulau Jawa melalui pelabuhan lain seperti Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya menuju Lampung juga berjalan lancar tanpa kemacetan berarti.

Petugas memprediksi volume kendaraan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi sekitar H-3 sebelum Idul Fitri. Meski demikian, berbagai kesiapan armada, pengamanan, serta koordinasi lintas instansi telah disiapkan untuk memastikan layanan penyeberangan tetap aman, tertib, dan lancar.

Penulis: AxnesEditor: R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *