Warga Buka Paksa Penutupan Akses Jembatan Bendungan Lahor, Jalur Penghubung Malang – Blitar Kembali Normal

9d8ba49d-2b41-48e6-b487-7a0cb04fe1ad
689333ee-8897-4d05-a2de-3ec620c7eb48

Porosnusantara.co.id| Blitar -Ratusan warga membuka paksa penutupan akses di kawasan jembatan Bendungan Lahor, Sabtu (1/8/2026), sebagai bentuk penolakan terhadap pembatasan akses yang diberlakukan pengelola. Aksi tersebut membuat kendaraan kembali dapat melintas melalui jalur penghubung Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar.

Sejak portal dibuka, arus lalu lintas di kawasan Bendungan Lahor kembali ramai dilalui pengguna jalan. Warga menilai jalur tersebut merupakan akses penting yang selama ini menjadi penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan masyarakat di dua wilayah.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa pembatasan akses dinilai menyulitkan mobilitas sehari-hari. Mereka berharap pemerintah dan pengelola dapat mencari solusi yang tetap mengutamakan keselamatan bendungan tanpa menghambat kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan Direksi PJT I, Agung Nugroho, menyampaikan bahwa kendaraan roda dua maupun roda empat tetap diperbolehkan melintasi jalan Puncak Bendungan Lahor. Namun, khusus kendaraan roda empat diberlakukan pembatasan jam operasional.

“ Mulai hari ini kendaraan roda dua dan roda empat tetap bisa melintas. Untuk roda empat diberlakukan pembatasan jam operasional, yakni mulai pukul 04.00 WIB hingga 22.00 WIB. Setelah pukul 22.00 WIB portal akan ditutup, kemudian kembali dibuka pada pukul 04.00 WIB,” ujar Agung Nugroho.

Selain pembatasan waktu, PJT I juga menerapkan mekanisme tap in e – money dengan tarip hanya Rp1 bagi semua kendaraan yang memasuki kawasan bendungan.

Agung menjelaskan, pembayaran tersebut bukan ditujukan sebagai pungutan, melainkan bagian dari mekanisme registrasi dan identifikasi kendaraan dalam upaya segi keamanan, bagi kendaraan yang keluar-masuk kawasan Bendungan Lahor.

Penulis: Ichwan e

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *