Mahasiswa Peserta Aksi Diduga Diancam DO, AMT Desak MKD Copot Oknum DPRD Tangerang

potret aksi di DPRD Tangerang

Porosnusantara.co.id – TANGERANG | Aksi unjuk rasa mahasiswa terkait tunjangan perumahan anggota DPRD Kabupaten Tangerang kembali diwarnai kontroversi. Seorang mahasiswa yang ikut dalam aksi dilaporkan mendapat ancaman drop out (DO) dari kampusnya jika tetap berpartisipasi.

Kabar dugaan intimidasi ini langsung memicu kecaman keras dari Aliansi Mahasiswa Tangerang (AMT). Koordinator AMT, Saepul Bahri, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat.

“Kami mengecam keras dan mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mencopot oknum anggota DPRD yang meminta pihak kampus mengeluarkan mahasiswa peserta aksi,” tegas Saepul, Selasa (2/9/2025).

Menurutnya, ancaman itu merupakan pelanggaran serius terhadap hak fundamental warga negara yang dijamin konstitusi. Ia menekankan bahwa kebebasan menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara yang tidak boleh dihalangi.

Lebih lanjut, Saepul menegaskan bahwa anggota dewan seharusnya menjalankan mandat rakyat, bukan justru menekan suara kritis.

“Kami memberikan mandat kepada mereka untuk mewakili keresahan rakyat. Sangat mengerikan, bukannya mendengar aspirasi, justru muncul dugaan intimidasi,” ujarnya.

AMT menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan mendesak MKD segera bertindak tegas agar praktik serupa tidak terulang di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *