Dikatakan Menteri Basuki, pembangunan IKN membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, yang memahami prinsip dasar membangun kota pintar, termasuk memiliki analisis yang tajam untuk berpikir tentang pemecahan masalah dalam pengembangan kota pintar.
“Ibu Kota Negara Nusantara didesain menjadi kota masa depan, apapun istilahnya forest city atau smart city. Berarti kota untuk generasi muda, sehingga manfaatkan kesempatan tersebut,” kata Menteri Basuki.
Kepala BPSDM Khalawi AH mengatakan bahwa legacy terbaik yang dapat ditinggalkan untuk generasi penerus dalam pembangunan IKN tidak hanya infrastruktur yang dibangun, namun berupa SDM yang kompeten dan handal. Generasi Muda PUPR diharapkan juga memiliki karakter yang berani, kuat, akhlakul karimah, dan berjiwa seni.
“Semoga pembangunan IKN akan berjalan sesuai rencana dan lancar, sesuai schedule dan Generasi Muda PUPR khususnya dapat berperan aktif dan bisa memanfaatkan ilmu yang banyak dalam pembangunan IKN,” kata Khalawi.
Acara webinar menghadirkan para narasumber dari Otoritas Ibu Kota Nusantara, Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara, dan Generasi Muda PUPR peserta pelatihan Strengthening The Capacity of Planning and Implementing Smart Cities di Korea Selatan.






