PELAKU PENGERUSAKAN DIVONIS BERSALAH 8 BULAN DAN HUKUMAN PERCOBAAN 1 TAHUN

  • Bagikan

PorosNusatara.co.id WAJO- SulSel|| Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sengkang telah menjatuhkan vonis bersalah 8 bulan terhadap terdakwa RS dan ID. Pelaku pengerusakan di Ulugalung Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Kab. Wajo Provinsi Sulawesi Selatan, telah lebih ringan 4 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ),yakni 1 tahun. Hal tersebut diketahui pada Persidangan Putusan di PN Sengkang, Rabu tanggal, 13 Juli 2022.

H.Agustan selaku korban pelapor, namun terdakwa inisial RS dan ID divonis bersalah 8 bulan dan hukuman percobaan 1 ( satu ) tahun, tetap masih menampakkan kekecewaannya atas vonis tersebut karena terdakwa belum pernah merasakan penahanan RUTAN sehingga berpotensi tidak ada efek jerah terhadap pelanggar hukum tersebut.

Ternyata kedua terdakwa RS dan ID pelaku pengerusakan luar biasa, bisa dibayangkan barusan melihat ada orang melanggar hukum, namun tidak pernah merasakan penahanan fisik. Pertama ditersangkakan oleh Penyidik Unit Tahban Polres Wajo tidak ditahan karena dijamin oleh Kepala Desa Lempa, H.Abd Asis. Dengan beralasan bahwa pelaku sakit,. Keduanya sudah terdakwa setelah ditangani JPU Kejari Wajo, melainkan hanya sebagai tahanan Kota, begitu juga Majelis Hakim hanya mengvonis hukuman selama 8 bulan dan hanya Hukuman percobaan 1 ( satu ) tahun kemudian membebaskannya dari tahanan kota.

Sangat disayangkan proses Hukum Pelaku Pengerusakan sudah divonis bersalah tapi belum pernah ditahan di Rutan. Mulai tersangka, terdakwa dan terpidana tidak pernah sama sekali ditahan fisik. Pertanyaannya, bagaimana nanti jika ada kasus yang sama, apakah Ketiga Penegak Hukum, yakni Polisi, Jaksa, Majelis Hakim bisa juga memperlakukan seperti ini. Jika semua aparat Hukum seperti ini di Wajo, akan berpotensi Penegakan Hukum lemah dimata publik. Dan saya berharap kepada JPU Kejari Wajo Ardiansya.SH sekiranya dilakukan Upaya Hukum Banding terhadap Putusan PN Sengkang yang hanya menjatuhkan Hukuman Percobaan kepada terdakwa RS dan ID pelaku pengerusakan.

H.Agustan menambahkan, terdakwa RS dan ID sudah terlapor di Polsek Pammana Resor Wajo Polda Sulsel masih melakukan Pengerusakan susulan dengan memakai alat berat ( LOADER ) menggusur tanah saya sehingga pohon pisang dan kayu – kayuan sudah tergusur semua, semoga laporan kedua saya di Polres wajo yang dilidik reserse Unit Tahbang Polres wajo dapat ditingkatkan ketahap Sidik . – Tegas H. Agustan dengan nada Kecewa.

Humas PN Sengkang Ahmadi Ali. S.H. saat ditemui dikantor Pengadilan Negeri Sengkang Kamis 14 Juli 2022, membenarkan kalau terdakwa RS dan ID Pelaku Pengerusakan di vonis bersalah 8 bulan namun tidak perlu dijalani dan hukumannya hanya Hukuman Percobaan selama 1 ( satu ) Tahun, dan membeberkan bahwa dalam mempidakan orang ada tiga, yakni pertama merampas hak kemerdekaannya, Kedua hukuman bersyarat dan Ketiga hukuman Percobaan, Majelis Yang mengadili kasus Pengerusakan ini telah melakukan pertimbangan sesuai.
Fakta persidangan dan Majelis Hakim betul betul pertimbangan sesuai Fakta Persidangan yang dimusyawarahkan Ketiga Majelis Hakim yang mengadli kasus tersebut, kebetulan Saya selaku Humas PN Sengkang dan juga terlibat selaku Hakim mengadili kasus Pengerusakan tersebut, dan kami persilahkan bagi yang tidak puas dalam Putusan ini ya silahkan Uji di Pengadilan Tinggi dalam hal banding. – Imbuhnya.

Penasehat Hukum terdakwa RS dan ID, Sudirman SH.MH seusai Persidangan dikonfirmasi, mengatakan bahwa Putusan tadi adalah majelis hakim menvonis bersalah 8 bulan terdakwa baik RS maupun ID dan tidak perlu dijalani dan Hukumannya adalah Hukuman Percobaan selama 1 ( satu ) tahun dan terdakwa dibebaskan dari tahanan kota, setelah ditanya apakah ada upaya Hukum Banding, spontan mengatakan kami diberikan waktu satu minggu dan kami Fikir – Fikir. – Ujarnya dengan berlalu

Sementara Jaksa kedua Afrianty.SH yang hadir pada persidangan Putusan, saat ditemui diruang Parkir PN Sengksng, juga mengatakan Fikir – fikir , Kemudian Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Kejari Wajo Ardiansya.SH saat ditelpon mengaku ada di jawa karena Cuty dan insya Allah hari senin masuk Kantor, setelah diminta oleh Korban Pelapor H. Agustan untuk melakukan upaya Hukum Banding, mengaku menunggu perintah dari Kejaksaan Tinggi Makassar apakah banding atau tidak, sehingga saya Perintahkan Jaksa kedua Afrianty.SH. untuk melaporkan hasil Sidang Putusan Kemarin ke kejaksaan Tinggi Makassar.- Tuturnya lewat Ponsel selularnya.

Ketua DPC LAKI Kab. Wajo Marsose Gala selaku Pendamping Non litigasi H. Agustan, mengapresiasi majelis hakim PN Sengkang yang mengadili Kasus Pengerusakan di Ulugalung Desa Lempa, bisa dibayangkan persidangan marathon artinya persidangan tiap hari dalam 8 kali Persidangan mulai Persidangan Saksi Hari Selasa 28 Juni 2022, hari rabu 29 Juni 2022 sidang Saksi ahli, hari Senin 4 Juli 2022 Sidang Saksi A De Charge, hari Selasa 5 Juli 2022 Sidang Tuntutan JPU dan hari Rabu 6 Juli 2022 Pledoi Penasehat Hukum terdakwa, hari Senin 11 Juli 2022 Sidang tanggapan JPU atas Pledoi PH terdakwa, dan Hari Selasa 12 Juli 2022 Sidang tanggapan PH terdakwa dan Hari rabu 13 Juli 2022 Sidang Putusan.

Selanjutnya pada Sidang Saksi hari Selasa Tanggal, 28 Juni 2022 Hakim Ketua Andi Nur Haswah.SH mengatakan bahwa Putusan paling labat Tanggal, 13 Juli 2022, dan betul dibuktikan berarti Majelis Hakim yang mengadili Kasus ini betul betul konsisten pada perkataannya, maka kami dari DPC LAKI Kab. Wajo selaku Pendamping memberikan Apresiasi terhadap Majelis hakim PN Sengkang yang mengadili kasus pengerusakan tersebut “.

Lanjut Marsose Gala, berharap kepada Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Kejari Wajo Ardiansya.SH diminta agar kiranya dapat mengabulkan permintaan Korban Pelapor dalam hal H.Agustan Yakni melakukan upaya Hukum banding, karena kami monitoring Pelaku Pengerusakan inisial RS dan ID ini tidak pernah dihukum badan, sebagaimana biasanya pelaku pelanggar Hukum mulai tersangka ditahan badan, begitujuga setelah terdakwa juga ditahan badan lebih – lebih kalau sudah terpidana semuanya ditahan badan, Sesuai pemantauan kami, baik terdakwa satu RS maupun terdakwa dua DL alias ID terbukti bersalah dan divonis 8 bukan penjara, namun tidak perlu dijalani dan Hukumannya hanya Hukuman percobaan selama 1 tahun, imbuhnya didepan awak media Porosnusantara.Co.id. ( Dahliah )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *