“Dalam penggunaan teknologi, syarat penting yang diamanatkan dalam Pergub bahwa teknologi harus berbasis ramah lingkungan,” ujar M. Hanief Arie Setianto, Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakpro.
Guna memenuhi ketentuan tersebut Jakpro berkolaborasi dengan BPPT dalam pra studi kelayakan pada Q/12020 hingga pertengahan Q2/2020 bersama konsultan global “Preliminary Market.
Sounding merupakan awal dari penerimaan proses review proposal minat kolaborasi para calon mitra strategis, paralel dengan proses pra studi kelayakan Ianjut Hanief.ITF menekan aspek keselarasan dengan program 3R (mduce-reuse-recycla).
“Dalam forum hari ini, kami menampung masukan dari pasar untuk pengembangém ITF sekaligus menjaring minat dari berbagai lembaga dan negara sahabat untuk berkolaborasi dengan kerangka berfikir 3R.” tutup Hanief.
Forum dibuka 0leh asisten Gubemur Bidang Perekonomian dan Keuangan DKI Jakarta, Sri Haryati, menghadirkan paparan dari instansi pemerintah terkait (Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta) Acara diikuti oleh calon mitra.
Perbankan kedutaan besar, kontraktor dan penyedia teknologi pengelolaan sampah.
ITF merupakan rantai keempat dalam kondisi ideal penanganan sampah Jakarta Rantai pertama adalah pemilahan sampah dari sumber.
Kini persentase sampah dari rantai Pertama meliputi (1) sampah rumah/residensial 60.5%, (2) sampah dan‘ ruang publnk 8,3%, (3) sampah Pasar 28%” (4) sampah dari perairan dan kepulauan 2.5%. dan (5) sampah dari kawasan komersial 25.9%. Rantai kedua adalah pengumpulan sampah sesuai kategori.
Rantai ketiga adalah pengangkutan ( fleet management ) sesuai jenis sampah, baru kemudian rantai keempat yaitu ITFTPST atau landfill adalah rantai kelima.






