May Day 2026 Dipusatkan di Monas, Diperkirakan Dihadiri 400 Ribu Buruh dan Presiden Prabowo

Porosnusantara.co.id | JAKARTA, 1 Mei 2026 — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 akan dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Kegiatan ini diperkirakan menjadi salah satu aksi buruh terbesar dengan kehadiran ratusan ribu peserta dari berbagai daerah, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyebutkan jumlah massa yang terkonfirmasi mencapai sekitar 400.000 orang. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 211.000 buruh serta partisipasi pengemudi ojek online.

“Jumlah massa terkonfirmasi 400.000. Dari buruh 211.000, dan ada juga teman-teman ojek online yang akan bergabung,” ujar Andi Gani dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/4/2026).

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo dijadwalkan hadir sekitar pukul 08.00 WIB dan akan menyampaikan sejumlah kebijakan terkait kesejahteraan buruh, termasuk isu pekerja ojek online serta rencana ratifikasi standar ketenagakerjaan internasional.

Rangkaian acara akan diawali dengan orasi dari pimpinan serikat buruh, dilanjutkan dengan pidato Presiden. Setelah itu, Presiden direncanakan mengajak para pimpinan konfederasi buruh naik ke panggung utama untuk menyanyikan lagu perjuangan “Internasionale” bersama.

Panitia juga menyiapkan fasilitas ibadah salat Jumat di kawasan Monas, lengkap dengan tempat wudu. Kegiatan diperkirakan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Pemilihan Monas sebagai lokasi utama didasarkan pada kapasitasnya yang mampu menampung ratusan ribu massa serta memungkinkan interaksi langsung antara Presiden dan peserta. Berbeda dengan stadion, area terbuka dinilai lebih fleksibel untuk mendekatkan pemimpin dengan buruh.

“Di Monas, Presiden bisa lebih dekat dengan buruh, bahkan turun langsung untuk menyapa,” kata Andi Gani.

Untuk mendukung kenyamanan peserta, panitia menyiapkan kaus khusus dengan desain bernuansa krem, biru, dan putih, serta payung yang memuat pesan perjuangan. Desain tersebut disebut merupakan arahan langsung dari Presiden, tanpa mencantumkan unsur kampanye politik.

Andi Gani juga menegaskan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan tidak menggunakan anggaran negara.

“Kami pastikan tidak ada dana APBN yang digunakan. Semua berasal dari dukungan berbagai pihak yang peduli terhadap gerakan buruh,” tegasnya.

Selain KSPSI, peringatan May Day 2026 juga akan diikuti oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang dipimpin oleh Said Iqbal. KSPI memutuskan untuk bergabung di Monas setelah sebelumnya merencanakan aksi di depan Gedung DPR RI.

Diperkirakan sekitar 50.000 buruh dari jaringan KSPI akan turut hadir, berasal dari wilayah Jabodetabek hingga Jawa Barat dan Banten.

Dengan skala besar dan keterlibatan berbagai elemen, peringatan May Day 2026 diharapkan menjadi momentum konsolidasi gerakan buruh sekaligus ruang dialog terbuka antara pekerja dan pemerintah dalam mendorong kebijakan yang lebih berkeadilan.

Penulis: supriyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *