Mewakili LSM dan pers Muh Marsose ,bahwa berbicara mengenai pemekaran wajo utara,tidak semuda membalikkan telapak tangan itu butuh proses.Perlu kami pertanyakan beberapa hal tentang pembentukan wajo utara ini.
“Ini sangat penting, apa sudah ada donator yang siap membiayai pemekaran wajo utara,bagaimana indikator dan kretrianya,sudah adakah anggota DPR-RI yang peduli,apakah kecamatan sajoangin bisa bergabung untuk memenuhi syarat administrasi terhadap pembentukan kabupaten.”Marsose mempertayakan kepada nara sumber.
Perlu kami juga jelaskan lanjut Marsose,bahwa pencetus pertama pemekaran wajo utara adalah Bpk HM .Amir Hattas (alm) di Buriko,karena wacana pemekaran Wajo sebagai tulisan pertama saya selaku wartawan harian Palopo Pos Fajar Group pada penerbitan tanggal 27/10/2001.Amir mengatakan
Pitumpanua memang sudah layak mandiri dalam bingkai kabupaten ,terpisah dari kabupaten induknya.Luas wilayah ,SDM dan SDA yang di miliki pitumpanua sangat layak mendukung peningkatan status itu.Itulah harapan almarmum kala itu yang kami rilis.
Pembicara terakhir di acara malam itu H.Rukman Nawawi selaku tokoh masyarakat Pitumpanua dan Ketua PWI Wajo juga angkat bicara.
“Kalau pernyataan saya anggota DPRD Wajo harus lebih serius menagani hal ini,kepegurusan panitianya perlu reshuffle,di sempurnakan serta di lengkapi.Pertemuan ini perlu di lanjutkan serta saya ucapkan terima kasih kepada panitian atas keseriusanya memperjuankan wajo utara “jelas ketua PWI Wajo (Bust/Nurfaika)






