Gandeng Kepala Suku Bebas, Lurah Teluk Merbau Latih Perangkat, RT RW Lestarikan Tata Cara Adat Melayu Kubu

Porosnusantara.co.id | TELUK MERBAU — Upaya pelestarian adat istiadat Melayu Kubu terus dilakukan di Kelurahan Teluk Merbau, Kecamatan Kubu. Lurah Teluk Merbau, Lailatul Mardiah, S.Pd, MM mengundang Kepala Suku Bebas, Datuk Makmur, untuk memberikan tunjuk ajar sekaligus pelatihan kepada perangkat kelurahan, RT, RW, serta tokoh masyarakat mengenai tata cara adat Melayu Kubu.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Lurah Teluk Merbau tersebut difokuskan pada praktik pelaksanaan adat, mulai dari tata cara menyerahkan tepak, prosesi lamaran atau pertunangan, pernikahan, hingga pelaksanaan tepuk tepung tawar sesuai dengan tradisi Melayu Kubu yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Lailatul Mardiah, S.Pd, MM mengatakan, pelestarian adat merupakan tanggung jawab bersama agar nilai-nilai budaya dan jati diri masyarakat Melayu tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Adat istiadat Melayu harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Saat ini masih banyak di antara kita yang belum memahami tata cara adat Melayu Kubu secara benar, termasuk dalam prosesi lamaran, pernikahan, penyerahan tepak, maupun tepuk tepung tawar,” ujarnya. Rabu, (10/6)

Menurutnya, pemahaman tersebut sangat penting, terutama bagi perangkat kelurahan, para Ketua RT dan RW, tokoh agama, serta tokoh masyarakat yang kerap terlibat langsung dalam berbagai kegiatan adat di tengah masyarakat.

Sebanyak 18 orang yang terdiri dari perangkat RT dan RW, tokoh agama, serta tokoh masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai makna dan filosofi adat, tetapi juga mempraktikkan langsung tata cara pelaksanaannya di bawah bimbingan Kepala Suku Bebas Datuk Makmur.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Teluk Merbau berharap pemahaman terhadap adat istiadat Melayu Kubu semakin meningkat dan dapat diterapkan secara benar dalam setiap pelaksanaan prosesi adat di lingkungan masyarakat, sehingga warisan budaya lokal tetap terpelihara dan terus hidup di tengah generasi penerus.

Penulis: Ahmad Oki Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *