Dalam kesempatan itu Elfrianto mengatakan bahwa harus ada progres yang jelas tentang Wajo Utara . Wajo Utara sudah didengunkan namun dianggapnya jalan ditempat sampai hari ini.
“Kita harus ada progres yang jelas tentang Wajo Utara karena isu ini dari tahun 2007 jangan sampai jalan ditempat oleh karena itu mulai dulu dari Desa, saya pribadi akan selalu bersama masyarakat perjuangkan pemekaran Wajo Utara,”ucap Anggota DPRD Dapil 4 itu dengan penuh komitmen.
Sementara itu, Asri jaya latief yang diketahui mantan Pansus Pemekaran Desa di tahun 2013 sangat mensuport Pemekaran Wajo Utara.
“Bukti keseriusan saya dimana sewaktu menjadi Ketua Pansus berhasil memekarkan beberapa Desa di Kecamatan Pitumpanua dan ini adalah perjuangan kita bersama apalagi kita didukung Pemerintah Daerah maupun Gubernur melalui Surat Pernyataan,”ujarnya.
Peserta yang pertama HM Ali K mempertayakan ketidak hadiran 6 anggota dewan dapil 4 sebagai narasumber langsung di tanggapi Elfrianto meminta maaf karena adanya beberapa kegiatan yang tak kala pentingnya,isyaha allah session berikutnya kita akan hadirkan,jelasnya.
Sementara Hakim dan Khaeril dari kecamatan Keera meminta agar DPRD WAJO pemekaran desa di Keera agar segerah di laksanakan dan di kawal .
“Harapan saya agar pemekaran desa di kecamatan Keera agar dilaksanakan dan di kawal serta kami minta di libatkan.”harapnya.
Tidak mau ketinggalan ketua AMIWB angakat bicara pengenai wacana pemekaran wajo utara ini.
“Bagaimana kita menyatukan presepsi terlebih dahulu,satu kata untuk pemekaran,apakah masyarakat pitumpanua keera sudah siap mau pemekaran ?,bagaimana kita melengkapi persyarakatan untuk wajo utara ?.” Aryanto Ardi mempertanyakan kepada narasumber.
Lalu kemudia Ardi,menambahkan perlunya kita giat melakukan sosialisasi tentang info pemekaran wajo utara.Harus ada aspirasi dari bawah ke dewan akan tetapi kita tetap harus menjujung 3S (sipakatau ,sipakalebbi,sipakainge).Kami dari generasi muda dan mahasiswa siap mengawal mengaspirasikan hal ini. Jelasnya.






