Taat menambahkan bahwa dengan menerapkan sistem budidaya ramah lingkungan dan pengaturan pola tanam, banyak manfaat yang diperoleh. “Produk cabai dan pepaya kami makin banyak diburu pedagang maupun konsumen. Permintaan terus meningkat. Hasil panen ternyata juga bisa lebih optimal kualitas maupun jumlahnya. Biaya impas produksi cabai di Wilayah Mirit Kebumen yang semula 12 sampai 13 ribu rupiah per kilo, setelah kami mengaplikasikan penggunaan agens hayati bisa ditekan menjadi 10 ribu rupiah,” tukas Taat senang.
Sistem Budidaya Hortikultura Ramah Lingkungan Semakin Ngetrend di Kalangan Petani Milenial






