Sistem budidaya ramah lingkungan saat ini sudah berkembang luas di sentra-sentra produksi buah dan sayuran di Indonesia. Salah satunya di Desa Tlogo Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Para petani muda dan milenial di wilayah tersebut dikenal aktif mendorong implementasi budidaya ramah lingkungan kepada seluruh petani binaan. Kepala laboratorium pengamatan hama dan penyakit tanaman (Lab PHP Temanggung), Retno Dyah, saat dihubungi menjelaskan saat ini setidaknya ada 5 Desa di Kecamatan Mirit Temanggung yang telah mengembangkan budidaya ramah lingkungan yaitu Desa Mirit, Klogo Depok, Mirit Petiguson, Sumber Jati, Wiro Marta.
“Cakupan luasannya kurang lebih 20 Ha. Selama ini kelompok tani antusias dan responsif terhadap penggunaan bahan Agens Hayati. Kami bersama tim secara intensif melakukan pembinaan di wilayah ini. Alhamdulillah bisa berkembang dengan baik. Tanaman pembatas yang diketahui mampu menekan hama seperti refugia dan bunga matahari sudah banyak ditanam petani. Demikian pula penggunaan likat kuning serta trichoderma, sudah biasa dilakukan petanis disini,” ungkap Retno.
Taat, Ketua Kelompok Tani Krajan sekaligus petani champion cabai Desa Tlogo Pragoro, Mirit Kebumen mengaku sangat antusias mengembangkan budidaya ramah lingkungan di daerahnya. “Sudah 2 tahun terakhir ini, kami bersama kelompok dan tiga desa binaan sangat konsen mengembangkan dan menggaungkan metode ramah lingkungan ini. Sambutan petani ternyata luar biasa. Yang penting ada yang mau memberi contoh dan ada bukti positifnya. Kami fokus di komoditas Cabai dan Pepaya California,” ungkap Taat yang dikenal sebagai petani muda milenial itu.
“Produksi Agensia Hayati yang telah kami produksi sendiri untuk kelompok kami diantaranya PGPR, Trichoderma, Pestisida Nabati, Beauveria, Pupuk Cair dan Bio Arang Sekam. Khusus untuk Bio Arang Sekam, alatnya kami produksi sendiri bersama kelompok dan alhamdulillah sudah bisa di operasionalkan oleh kelompok. Kami juga sudah mengaplikasikan teknik irigasi sprinkler dan selang infus,” ungkapnya bangga.






