Pada kesempatan tersebut, Mentan meminta Prof. Dr. S Joni Munarso, untuk menyusun rencana
operasional yang memuat langkah-langkah praktis dan terukur dalam implementasinya dalam skala luas, terutama untuk mengakselerasi ekspor berbagai komoditas unggulan
kita. Dokumen tersebut akan dijadikan acuan bagi Eselon I terkait dalam menyusun
program dan kegiatan kedepan.
Kepada Prof. Dr. Benny Rachman, Mentan meminta untuk menyusun rancangan operasional dalam implementasi pengembangan kelembagaan Sentra Distribusi Pangan.
Dokumen tersebut akan digunakan sebagai acuan penyusunan program lingkup Badan
Ketahanan Pangan dan pemerintah daerah.
Sementara kepada Prof. Dr. Titiek Farianti Djaafar, Mentan meminta untuk merumuskan
langkah-langkah praktis dalam mengembangkan pengolahan kacang lokal yang dapat
digunakan sebagai acuan bagi Ditjen Tanaman Pangan, Dinas terkait di daerah dan para
pelaku industri pengolahan. Titiek juga diminta untuk merumuskan road map
teknologi pengolahan kacang lokal.
Mentan berharap acara ini dapat menjadi pendorong semangat dan motivasi para peneliti Balitbangtan untuk terus berkarya dan berprestasi di bidangnya. “Akumulasi
pemikiran dari para Profesor Riset Kementerian Pertanian selama ini telah turut mewarnai
perencanaan program dan kebijakan pembangunan pertanian, dan peran tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan di masa yang akan datang,” tutup Mentan. ( red )






