Sementara, Prof. Dr. Titiek Farianti Djaafar, MP, menyampaikan orasi berjudul “Teknologi Pengolahan
Kacang Lokal Sebagai Bahan Substitusi Kedelai Memperkuat Ketahanan Pangan”. Titiek berhasil mengembangkan inovasi pengolahan beberapa jenis kacang lokal untuk substitusi kedelai. Hasil penelitiannya memberikan kontribusi besar terhadap upaya
kita untuk mendayagunakan sumberdaya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan
terhadap kedelai impor. Lebih jauh lagi, konsepsinya turut berkontribusi terhadap kebijakan pengembangan agroindustri skala kecil dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Balitbangtan Dr. Fadjri Djufry mengatakan, orasi pengukuhan ketiga Profesor Riset ini bertepatan dengan dua momentum yang sangat strategis. Pertama, masa bhakti Kabinet Kerja tahun 2014-2019 akan segera berakhir, sehingga topik-topik yang disampaikan dalam orasi kali ini merupakan bagian dari hasil program kerja Kementan.
Kedua, DPR RI telah mengesahkan RUU Sisnas IPTEK
menjadi UU pada 16 Juli 2019. Undang-undang tersebut memberikan amanat yang
sangat strategis dalam upaya penguatan sistem IPTEK nasional, termasuk bidang
pertanian, antara lain berkaitan dengan kebijakan riset, anggaran, SDM (termasuk
perpanjangan batas usia pensiun), dan kelembagaan. “Sejalan dengan semangat Undang-undang tersebut, acara pengukuhan pada hari ini merupakan bagian
dari upaya Badan Litbang Pertanian untuk meningkatkan profesionalisme peneliti,” katanya.
Mentan mengapresiasi gagasan ketiga Profesor Riset baru dan meminta ketiganya
berkolaborasi dan bersinergi dalam wadah Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR) dan menjadi pembina dan motivator bagi para peneliti yang lebih muda dalam pengembangan jati-diri, integritas serta profesionalisme mereka, serta menindaklanjuti gagasan mereka,
melalui beberapa penugasan yang disampaikan pada akhir acara orasi. Menurut Mentan, sinergi ini tidak saja akan jadi model bagi peneliti lainnya, namun secara konkret dapat menjawab berbagai permasalahan riil yang dihadapi petani saat ini.






