Triyono perwakilan dari MURI mengucapkan selamat kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas prestasinya sehingga meraih rekor dunia. “Kami tidak menyangka penari tari Campak melebih target, yang awalnya 1.400 siswa, setelah kami hitung kembali ternyata ada 1.854 siswa SMA/SMK dan SLB yang turut menari tari tradisional tersebut,” terangnya.
Ia mengatakan pagelaran tari Campak yang dilakukan ribuan pelajar ini, menurut catatan rekor MURI belum pernah ada sebelumnya. “Tari ini budaya khas Bangka Belitung, dan untuk melestarikan tarian tersebut, Rekor MURI memberikan apresiasi yang luar biasa pada acara hari ini,” ucapnya.
Triyono berharap dengan masuknya tari Campak dalam rekor dunia dapat memberikan rasa bangga kepada pemuda dan kebudayaan daerah, sehingga budaya tersebut akan terus lestari. (Red)






