Menteri Yohana Pulihkan Trauma Perempuan dan Anak Korban Banjir Sentani

“Proses pemulihan trauma pasca bencana menjadi penting, mengingat mereka harus kembali melanjutkan kehidupannya setelah bencana ini. Oleh karena itu, kami membawa psikolog khusus perempuan dan anak agar dapat memberikan pemulihan dan pemahaman tentang bagaimana agar dapat bangkit dari bencana,” tambah Vennetia.

Berdasarkan data dari BNPB hingga akhir 2019, masih ada 5.347 jiwa yang tersebar di 21 titik posko pengungsian. Mayoritas korban yang masih ada di pengungsian merupakan korban dari meluapnya Danau Sentani. Sedangkan di posko pengungsian Gedung Olahraga Toware, jumlah pengungsi yang masih bertahan sebanyak 532 jiwa, mayoritas mereka berasal dari Distrik Sentani. Adapun jumlah pengungsi perempuan sebanyak 130 jiwa, laki-laki sebanyak 146, dan pengungsi anak sebanyak 226 jiwa.

Menteri Yohana menambahkan kondisi Indonesia yang berada pada lingkaran rawan bencana membuat kita harus selalu waspada dan siap menghadapi bencana, khususnya perempuan dan anak yang rentan mengalami kejahatan saat situasi darurat dan kondisi khusus. “Selain itu, untuk mencegah terjadi bencana seperti ini lagi saya kira kedepannya perlu ada gerakan untuk pelestarian lingkungan, seperti gerakan 1000 perempuan dan anak menanam pohon bersama.” (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *