Bangun Sekolah dengan Modal Dengkul

Tepatnya, pada tahun 1983 lokasi baru tersebut ditempati dan mulai didirikan bangunan yaitu kelas sebagai kegiatan belajar mengajar, asrama santri dan rumah untuk guru. Ini semua berkat bantuan instansi pemerintah, infak, shadaqoh dari masyarakat dan simpatisan. Pada saat bersamaan juga dibangun sebuah Masjid dari seorang wanita donatur  asal Arab Saudi yang penyalurannya melalui Dewan Da’wah Islmiyah Indonesia (DDII).

Pada akhir kisahnya, Rosmaini menjelaskan tentang visi lembaga pendidikan ini yaitu  menjadi lembaga pendidikan Islam terkemuka yang terus menerus pola pengajaran terpadu : Al Qur’an, Hadits dan Ilmu – ilmu modern lainnya. “Ini semua dilakukan dalam rangka pembentukan generasi muda Islam Indonesia yang cerdas, professional, beriman dan bertaqwa serta memiliki militansi dakwah dan siap menghadapi perubahan dan tantangan zaman, “ ujarnya.

“Sementara misinya yaitu membentuk generasi Islam yang berjiwa Islam dan melahirkan pendidikan yang cakap, aktif, kreatif serta bertanggungjawab terhadap kesejahteraan umat, bangsa dan agama atas dasar kemurnian pengabadian kepada Allah SWT, “ kata Rosmaini.

Laporan : Windarto

 

Respon (1)

  1. Assalamualaikum wr wb pa bu saya punya tanah tanah nya normal ingin di jadikan sekolah namun saya belum memiliki yayasan dan biaya untuk pembangunan nya impian saya membangun sekolah tiada lain untuk berjalan di jalan aloh demi mencerdaskan akhlak para anak semoga saya mendapat bimbingan dan arahan nya …..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *