Lebih lanjut, Ia menjelaskan sekarang membuka pendidikan mulai PAUD, Penitipan Anak, TK, Playgroup, SD, SMP, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah hingga perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah. Ini diluar dugaan.
“Allah mengatakan barang siapa yang bersungguh-sungguh di jalanNya, maka Allah akan memberikan banyak jalan. Jadi, banyak jalan dan rejeki yang datang tanpa disangka-sangka. Jangan takut berbuat baik,” ujarnya.
Kisah inspiratif dari sosok Rosmaini dalam berjuang lewat jalur pendidikan adalah tidak adanya dukungan pihak keluarga. Bukannya, orang tua tidak punya uang, melainkan dirinya dipaksa untuk berumah tangga. Makanya, dia menolak keinginan orang tuanya itu, hingga akhirnya tidak berikan uang saku yang menyebabkan dirinya tidak sarapan hingga siang hari saat pergi ke sekolah. “Tapi sekarang, Alhamdulillah kita bisa memberikan makan sebanyak 100 kepada anak-anak yang tinggal di asrama panti asuhan, “ kata Rosmaini.
Dengan tekad dan niat yang kuat mendirikan sekolah, pada Tahun 1977 berdiri Perguruan Diniyah Putri Muara Bungo, Jambi dan sekaligus menjadi cikal bakal berdirinya Sekolah Al Azhar pada Tahun 1987. Berawal dari keterbatasan dana operasional dalam menjalankan operasional lembaga pendidikan, akhirnya mendapat pinjaman rumah dari salah seorang dermawan yaitu H. Ramli dan Saman di Muara Bungo, Jambi.
Pada saat menghadapi tantangan dan masalah yang berat, serta berkat pertolongan dari Allah SWT, akhirnya Pemda memberikan tanah seluas 11 hektar untuk pesantren sebagai salah satu usaha jasa pendidikan yang diselenggarakan oleh yayasan di Rimbo Tengah, Bungo.
Mengelola lahan 11 hektar bukan perkara mudah, apalagi bagi seorang wanita yang memiliki keterbatasan dan kelemahan seperti Rosmaini. Namun ini tidak membuatnya lantas pasrah begitu saja. Pasalnya, lahan seluas itu masih hutan belantara yang banyak dihuni oleh binatang buas dan kayu-kayu besar serta dalam waktu dua tahun telah menjelma menjadi lembaga pendidikan yang bergengi di Provinsi Jambi ini.







Assalamualaikum wr wb pa bu saya punya tanah tanah nya normal ingin di jadikan sekolah namun saya belum memiliki yayasan dan biaya untuk pembangunan nya impian saya membangun sekolah tiada lain untuk berjalan di jalan aloh demi mencerdaskan akhlak para anak semoga saya mendapat bimbingan dan arahan nya …..