Porosnusantara.co.id | Banyuwangi-Masyarakat Peduli Pendidikan (MASPENDIK) secara tegas menyatakan akan kembali melayangkan surat audiensi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi minggu ini. Langkah ini bukan sekadar koordinasi, melainkan bentuk ultimatum keras atas sikap diam dan tidak responsifnya Dinas Pendidikan terhadap adanya dugaan pungutan liar yang terjadi di SMP Negeri 2 Gambiran.
Sekretaris MASPENDIK, Khoirul Anwari Arif, yang juga Ketua Partai Buruh Kabupaten Banyuwangi menyebut,bahwa hingga hari ini tidak ada satu pun langkah nyata dari Dinas Pendidikan untuk menindaklanjuti persoalan serius yang telah disampaikan.
“Ini bukan lagi soal lambat, ini sudah masuk kategori pembiaran. Dinas Pendidikan tidak boleh tutup mata dan pura-pura tidak tahu. Kami menduga ada upaya melindungi pihak-pihak tertentu,bahkan saya merasa kalau Kepala sekolah SMP Negeri 2 Gambiran di anak emaskan oleh PLT Kadis Pendidikan” tegasnya dengan nada keras.(1/4/2026)
Di depan wartawan,khoirul Anwar Arif menegaskan kalau dugaan pungutan di SMP Negeri 2 Gambiran disinyalir tidak digunakan sesuai peruntukannya bahkan terkesan . Lebih parahnya lagi, dana yang diduga bermasalah tersebut hingga kini belum juga dikembalikan kepada wali murid.
“Ini jelas mencederai dunia pendidikan. Uang wali murid bukan untuk disalahgunakan. Kalau tidak ada itikad baik untuk mengembalikan, maka ini patut diduga sebagai pelanggaran serius yang harus diusut tuntas,” lanjutnya.
Lebih lanjut Sekertaris MASPENDIK itu juga menegaskan bahwa audiensi kali ini akan menjadi momentum penentuan. Jika kembali tidak ada kejelasan atau langkah konkret dari Dinas Pendidikan, pihaknya siap mengambil langkah lebih jauh.
“Kami tidak akan berhenti di audiensi. Kami siap membuka semua data ke publik, menggalang tekanan massa, hingga melaporkan secara resmi ke aparat penegak hukum. Jangan uji kesabaran kami,” tandasnya.






