LPMP NTT Dukung Penerapan Sistem Zonasi PPDB

Tugas pihak sekolah sekarang, lanjut Irfan, berusaha meyakinkan masyarakat bahwa sekolah mana saja di NTT melayani pendidikan dan  mau dihilangkan budaya penilaian adanya sekolah favorit. Sistem zonasi ini dimungkinkan untuk membantu orang tua dalam hal biaya sehingga tidak terbebani. ” Tantangan sekolah sekarang soal bagaimana membuat sekolah itu menjadi  luar biasa, terpercaya dalam menghasilkan anak yang baik. Sekolah harus memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas dan perlu meyakinkan para orang tua. Sekolah harus ” menjual ” dan meyakinkan masyarakat bahwa sekolah yang ada di sekitar tempat tinggal juga menciptakan   hal yang  luar biasa seperti peningkatan  kualitas guru dan penataan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman “, katanya.

Pada bagian lain Irfan juga menjelaskan soal kegiatan yang kini tengah dilakukan dengan menghadirkan para guru honorer maupun ASN se – NTT jenjang pendidikan SD – SMA. Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 27 – 29 Juli ini sebagai persiapan untuk pendampingan Kurikulum 2013 (K13)  dimana pelatihannya dilakukan tim  P4TK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.  Peran LPMP sebatas melakukan pendampingan guru yang sudah dilatih ini untuk memulai kegiatan belajar mengajar dengan penerapan  K13.

” Jadi ini  tenaga yang disiapkan untuk pendampingan. Anggaran kita siapkan nanti mereka akan kita kumpulkan  dalam satu hari  di induk klaster. Guru yang sudah dilatih ini ketika sudah di sekolah akan memberikan pendampingan lagi pada  induk klaster ke induk klaster lain. Nanti mereka ke induk klaster pembiayaan oleh LPMP. Ini semua guru  yang dilatih merupakan guru honorer dan ASN untuk jenjang pendidikan   SD – SMA se-NTT setelah itu kita hadirkan juga guru jenjang SMP – SMK. Ini penting karena sekarang  sekolah diwajibkan menerapkan sistem pembelajaran menggunakan K13 “, kata Irfan.cko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *