Dimintai pendapat pribadinya soal Kartini masa kini, dokter Olivia yang punya hobi membaca dan menari ini menuturkan, secara global sosok wanita sudah ada yang menjadi Presiden yakni Megawati Soekarnoputri dan ada juga beberapa menteri perempuan. Khusus di NTT, dokter Olivia melihatnya masih kurang diberdayakan. Wanita NTT masih ketinggalan dalam hal komunikasi, informasi termasuk menangkap peluang. Peluang itu ada buat kaum wanita tetapi belum ditangkap. Pesan buat wanita masa kini, kata dokter Olivia, harus diwaspadai masalah penggunaan sosial media. Para wanita perlu berhati – hati memberikan informasi di medsos karena bisa mencelakakan diri sendiri.
Kaum wanita harus menjaga kodrat sebagai wanita yang dikenal wanita itu sopan, lemah lembut dan tidak boleh menjelekan orang lain. Medsos harus digunakan kaum wanita sebagai sarana mengembangkan ide dan kreatifitas karena RA Kartini dulu tidak ada medsos sehingga Kartini sekarang berpikir hal yang baik jangan hal negatif. Peran sebagai ibu bagi anak dan istri bagi suami harus dijaga karena kalau pembawaan wanita itu jelek maka suami juga jelek, sehingga wanita masa kini harus gunakan teknologi secara baik. ” Dalam hal politik karena kita istri prajurit TNI maka kita netral tidak memihak pada satu orang. Kita dukung keberhasilan jika ada perempuan yang terjun di politik. Itu bagus karena menunjukan kita sederajat dengan kaum pria “, ujarnya.
Berkenaan dengan lomba pidato ini, dokter Olivia salut atas dukungan penuh dari Ketua Korcab 161/Wira Sakti juga Kasi Kebudayaan juga Seksi Organisasi agar dirinya tampil baik. Dirinya selalu mendengar arahan pimpinan bahwa sebagai istri prajurit tidak bisa bermain sendiri tapi tetap loyal pada atasan. ” Pada pidato ini saya memilih tema ” Kartini Mendobrak Kezoliman Gender ” karena mau berjuang bersama kaum wanita untuk mensejajarkan diri dengan kaum laki – laki. Saya bersyukur kerjasama secara baik antara pimpinan dan anggota. Saya mengikuti lomba ini memang ingin kembangkan kemampuan dan hobi saya untuk bisa tampil di depan umum juga mengangkat kesetaraan kaum perempuan dan bentuk loyalitas pada organisasi Persit “, tegas dokter Olivia.






