Mengakhiri sambutannya, Gubsu berharap pengembangan komoditi holtikultura harus disinergikan dengan baik antara semua pihak, mengingat potensi holtikultura dari Sergai, Deli Serdang dan Medan telah dapat memenuhi kebutuhan pasar tingkat Provsu. “Dengan adanya pasar bebas, Sumut memiliki pangsa pasar yang sangat baik namun harus kita perbaiki mutu, kualitas hingga packaging-nya agar sesuai selera konsumen dan harganya bersaing dengan komoditi lain’, pungkas Gubsu.
Sementara Bupati Sergai Ir. H. Soekirman mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini yang berfungsi sebagai upaya mendorong posisi penguatan petani ini dalam rangka membangun sinergi antara petani dan pengusaha guna meningkatkan perekonomian daerah.
Disamping itu, Pekan Pasar Petani juga menciptakan peluang pemasaran secara langsung antara petani dengan pelaku usaha, selain menanamkan rasa cinta produk dalam negeri ke tengah masyarakat/konsumen serta membangun motivasi dan jiwa keusahaan petani dan kelompok tani serta membuka peluang pemasaran hasil pertanian. Hal tersebut diyakini akan dapat tercapai mengingat Provsu memiliki potensi pertanian holtikultura yang menjanjikan seperti beras organik dari Sergai akan terus dikembangkan dan tingkatkan mutu dan kualitasnya dalam rangka menghadapi pasar lokal dan pasar global, ujar Bupati Sergai.
Untuk itu diharapkan Pemerintah Provsu dapat terus memotivasi Kabupaten/Kota dan harus sering mengadakan kegiatan seperti ini sehingga kita dapat melihat produk-produk unggulan dari berbagai daerah di Sumut, pungkas Soekirman.
Pada acara tersebut turut dilaksanakan penandatanganan nota kesepakatan antara pengusaha dengan pelaku usaha untuk pemasaran beras organik kepada 4 (empat) Kelompok Tani (Koptan) termasuk Parlan Sibarani dari Koptan Fajar Desa Pematang Setrak Kecamatan Teluk Mengkudu.
(Laporan : Dipa Sergai).






