Keluarga Korban Penganiayaan Kecewa Kinerja Polsek Obi Selatan Terkesan Melindungi Pelaku, Laporan Sejak 14 April 2026 Belum Ada Kejelasan
Wayaloar Kecamatan Obi Selatan Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Malut. Porosnusantara co id. (Minggu 10/05/2026). Keluarga korban penganiayaan anak di bawah umur Kecewa atas kinerja Polsek Obi Selatan dinilai melindungi pelaku yang notabene adalah sekdes Wayaloar.
Dalam penuturan orang tua korban sebut saja Roly Totango kepada wartawan media ini menjelaskan bahwa pada malam Selasa jam 00.00 wit tgl 13 April 2026 setelah penutupan pesta kawin saudara An di lokasi dusun 2, sy p anak putra pulang dari pesta berpapasan dengan orang lain yg sedang berkelahi di depan rumah Mona lamunu, si putra yg sedang lihat peristiwa perkelahian itu tiba” di datangi oleh saudara Sadam Yusuf (sekdes) dengan membawa kayu balok mengejar si putra lari dan di kejar dan di lempari dengan kayu balok tersebut mengenai bahu kiri mengakibatkan memar.
Selanjutnya putra bangun dan membalas melempari Saddam menggunakan batu kebagian perutnya lalu lari dan terjatuh di depan rumah Jamaluddin tingkai saat terjatuh itu Sadam selaku sekdes membabi-buta menghantam putra di menggunakan batu bata pada bagian kepala sampai si putra pingsan. Ucapnya
Usai insiden pihak keluarga korban langsung melarikan si putra ke puskesmas Wayaloar. Keesokan pagi dokter melakukan visum terhadap putra dan menemukan luka di bagian belakang kepala 5 jahitan, memar dibahu, luka di siku kiri dan kanan, luka di dagu serta luka di lutut. Jelasnya
Pihak orang korban langsung mendatangi Polsek Obi Selatan untuk membuat laporan polisi atas penganiayaan yang di lakukan sekdes Wayaloar Sadam Yusuf sejak tanggal 14 April tahun 2026. Beberapa hari kemudian pihak orang tua korban sempat mendatangi Polsek ingin mengetahui kelanjutan laporan karena melihat lihat si pelaku Penganiayaan anak di bawah umur masih berkeliaran dengan bebas. Alasan pihak Polsek menunggu Kapolsek karena masih di Labuha.







