Breaking News
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Tangerang melaksanakan kegiatan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) dengan tema “Bersatu Tunjukan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Unggul” dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 yang ke 81 bertempat di lapangan LPP Tangerang .Perempuan Tangerang Menuju Indonesia Unggul[/caption] Pelaksananaan kegiatan pertandingan olahraga dan seni merupakan salah satu bentuk implementasi pembinaan kepribadian bagi WBP yang bersifat rekresional, kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud dan tujuan untuk menambah gairah dan rasa nasioanalisme, kekompakan dan kebersamaan melalui kecintaan terhadap olahraga,Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Tangerang melaksanakan kegiatan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) dengan tema “Bersatu Tunjukan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Unggul” dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026Lapas Perempuan Tangerang Menuju Indonesia Unggul[/caption] Pelaksananaan kegiatan pertandingan olahraga dan seni merupakan salah satu bentuk implementasi pembinaan kepribadian bagi WBP yang bersifat rekresional, kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud dan tujuan untuk menambah gairah dan rasa nasioanalisme, kekompakan dan kebersamaan melalui kecintaan terhadap olahraga, dan juga sebagai ajang untuk mengembangkan bakat dan minat WBP. [caption id="attachment_81946" align="alignleft" width="300"] yang ke 81 bertempat di lapangan LPP Tangerang, Jumat (19/7). [caption id="attachment_81945" align="alignright" width="225"]Lapas Perempuan Tangerang Menuju Indonesia Unggul[/caption] Herlin Candrawati selaku Kalapas dan Pembina upacara menyampaikan sebagaimana kita ketahui bahwa menjelang Perayaan Hari Kemerdekaan Republik ini, kita selalu mengadakan kegiatan yang bertujuan selain untuk menyehatkan tubuh, juga untuk menumbuhkan kreativitas dan semangat juang serta sikap sportifitas. Jiwa Kreatif, Semangat Juang dan Sportifitas yang ada selama kegiatan berlangsung semestinya menjadi gaya hidup kita sehari-hari. Diharapkan dengan Sportifitas dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mampu mengenali kelebihan dan kekurangan diri, menyesuaikan diri dengan orang lain, menghargai kesuksesan orang lain dan dapat memahami arti perjuangan. “Selamat berlomba, Bersatu Tunjukkan Semangat kemerdekaan Menuju Indonesia Unggul. Tampilkan Kreatifitas dan Junjung Tinggi Sportifitas,” pungkas Herlin. [caption id="attachment_81947" align="alignright" width="300"]Lapas Perempuan Tangerang Menuju Indonesia Unggul[/caption] Porseni di Lapas Perempuan Tangerang akan menyelenggarakan berbagai macam pertandingan, diantaranya : Lomba voli, estafet puzzle, estafet memindahkan air, Minum di dalam botol, Tiup bola di atas air, bola corong, bola terong, karoke, make up. Janji wasit dan atlit dibacakan sebagai ikrar untuk mengedepankan sportifitas dilanjutkan dengan pelepasan balon ke udara oleh Kalapas sebagai simbol pembukaan acara, selanjutnya kegiatan disambung dengan senam aerobik bersama pegawai dan WBP LPP. Jasa Raharja Terus Bergerak, Tiga Ahli Waris Korban KM Virgo Terima Santunan di Jawa Timur Viva Yoga: Kemajuan Teknologi Digital Harus Menguntungkan Pencipta dan Industri Kreatif Kasus Siswa SD di Pemalang, REM Institute Dorong Pengusutan Transparan dan Penguatan Perlindungan Anak Razia Gabungan di Rutan Kelas I Depok, 50 Warga Binaan Jalani Tes Urine
 
 
 

Sejarah Hari Akademi TNI yang Diperingati Setiap 16 Desember

 
 

Porosnusantara.co.id | Tanggal 16 Desember diperingati sebagai Hari Akademi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Peringatan ini merujuk pada berdirinya lembaga pendidikan perwira TNI yang awalnya bernama Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).

Gagasan pembentukan Akabri muncul sejak akhir 1950-an. Para petinggi TNI, termasuk Jenderal Gatot Soebroto yang saat itu menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, menilai perlu adanya lembaga pendidikan terpadu yang menyatukan pembinaan calon perwira dari seluruh angkatan dalam satu sistem.

 

Akabri secara resmi dibentuk pada tahun 1965, mengikuti model integrasi pendidikan militer yang juga diterapkan di sejumlah negara lain, seperti Jepang. Proses pembentukannya diawali dengan pembentukan panitia pada 5 Juli 1965 yang dipimpin Laksamana Muda O.B. Syaaf. Panitia tersebut bertugas menyusun dan merencanakan pendidikan TNI dalam satu lembaga terpadu.

Atas perencanaan tersebut, Presiden Ir. Soekarno menerbitkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 185/Koti/1965 yang menjadi dasar berdirinya Akabri pada 16 Desember 1965, yang kini dikenal sebagai Akademi TNI.

Realisasi pembentukan Akademi TNI dilakukan secara bertahap. Integrasi formil dimulai pada 5 Oktober 1965, dilanjutkan dengan integrasi parsial tahap pertama pada 29 Januari 1967 melalui pembentukan Akabri Bagian Umum di Magelang. Integrasi parsial tahap kedua dilaksanakan pada 29 Januari 1969 dengan pemberian wewenang dan tugas komando kepada Komandan Jenderal Akabri terhadap Akabri bagian.

Dalam perjalanannya, Akabri mengalami sejumlah perubahan organisasi, yakni pada tahun 1984, 2002, 2007, dan 2008. Pada periode tersebut, Akabri resmi berganti nama menjadi Akademi TNI, sementara Akademi Angkatan berada di bawah Markas Besar Angkatan masing-masing. Adapun Resimen Chandradimuka (Menchandra) tidak lagi berada di bawah Akademi Militer, melainkan di bawah Komandan Jenderal Akademi TNI.

Hingga tahun 1984, Akabri menerapkan pola pendidikan selama empat tahun. Sejak 1985, sistem tersebut berubah menjadi pola 3+1, yakni tiga tahun pendidikan sebagai Taruna dan satu tahun berikutnya sebagai Perwira dengan pangkat Letnan Dua.

Pada tahun 2007, pola pendidikan kembali disesuaikan melalui sistem pendidikan integratif, yakni satu tahun pendidikan integratif di bawah Menchandra Akademi TNI dan tiga tahun pendidikan di Akademi Angkatan masing-masing. Perubahan ini diatur melalui Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/56/V/2007 tanggal 11 Mei 2007 yang mengubah lama pendidikan integratif dari lima bulan menjadi 12 bulan.

Selanjutnya, berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/215/III/2018 tanggal 7 Maret 2018, lama waktu pendidikan integratif Taruna Akademi TNI kembali diubah, dari 12 bulan menjadi enam bulan. Perubahan-perubahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penyesuaian sistem pendidikan perwira TNI dengan kebutuhan organisasi dan tantangan tugas ke depan.

 
Penulis: SupriyadiEditor: Redaksi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *