Poros Nusantara, Singkawang – Kamis (19/9/2019), Sebelum berorasi, supir truk berkumpul di lapangan parkir stadion Kridasana Singkawang dan kemudian menuju kantor DPRD Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Singkawang Barat pukul 09.00 WIB untuk melaksanakan orasi guna menyampaikan keluhan mereka yang sulit mendapatkan BBM bersubsidi jenis Solar di SPBU-SPBU yang ada di Kota Singkawang.
Ratusan supir yang tergabung dalam ASOSIASI Supir Truk Kota Singkawang itu geram terhadap kelangkaan BBM jenis solar ini. Sehingga mereka berinisiatif untuk menyampaikam hal tersebut ke wakil rakyat. Mereka berharap keluhan mereka ini dapat di tindak lanjuti oleh wakil rakyat yang baru saja di lantik beberapa hari itu.
Dalam orasinya, supir truk menyampaikan bahwa kelangkaan BBM jenis Solar ini dapat membunuh pendapatan mereka untuk makan sehari-hari dan untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Antrian yang tiap hari memanjang di SPBU juga membuat jam kerja mereka bertambah dan waktu untuk keluarga pun berkurang. Karena jika sudah mengantri di SPBU, mereka harus menjaga mobil mereka agar tidak terjadi apa-apa.
Kekhawatiran mereka terhadap tangki-tangki mobil siluman dan pihak yang berani melakukan penyelewengan penyaluran BBM bersubsidi jenis solar ini juga mereka sampaikan. Mereka meminta agar pihak terkait seperti Kepolisian dan pemerintah Kota Singkawang dapat menindak tegas hal tersebut.
Ratusan supir tersebut juga mengeluhkan keanehan yang terjadi di beberapa SPBU. Contohnya apabila mobil pertamina dengan muatan solar 8000 liter baru saja datang dan menyalurkan solar ke SPBU. Baru beberapa mobil saja yang mengantri solarnya sudah habis. Hal tersebut menimbulkan tanda tanya besar, kemana sisa solar tersebut. Mengingat jatah pertruk hanya 60 liter saja. Aneh kan ???






