Beberapa menit berorasi di depan kantor DPRD, polisi menginstruksikan untuk mengutus beberapa orang sebagai perwakilan untuk membahas dan mencari jalan keluar atas permasalahan ini. Sepuluh orang di tunjuk untuk masuk mebahas masalah ini ke dalam kantor DPRD Kota Singkawang tersebut bersama wakil rakyat yang baru saja mereka pilih itu.
Sampai di ruang pertemuan perwakilan supir truk di sambut ketua sementara DPRD Kota Singkawang Bapak Sujianto. Beliau menyambut baik aspirasi Asosiasi supir truk tersebut. Mereka akan menampung aspirasi Asosiasi truk ini dan akan menindaklanjutinya.
“Kami akan mengkaji aspirasi yang di sampaikan Asosiasi Supir Truk ini dan akan kami tindak lanjuti sebagaimana mestinya”. jelas Sujianto. Sebelumnya DPRD juga sudah mengundang pengusaha SPBU yang ada di Kota Singkawang, namun tidak ada yang datang. Beliau juga berjanji akan menghadirkan pengusaha-pengusaha SPBU untuk membahas permasalahan ini.
Di tengah-tengah pertemuan ini juga hadir Kadis Perindagkop dan UKM, DRS. Muslimin, M.Si., menyampaikan bahwa ia baru menjabat sebagai kepala dinas Perindagkop dan UKM baru 6 bulan. Namun di awal-awal jabatannya ia sudah berusaha menyelesaikan masalah BBM bersubsidi ini.
Karena menurut beliau ada hal yang perlu di perbaiki mengenai masalah bahan bakar bersubsidi ini. Namun pihak pertamina sulit di ajak untuk bekerja sama.”Sudah berkali-kali saya minta data kuota BBM bersubsidi ini ke pertamina, namun pihak pertamina enggan memberi dan tidak diperdulikan saya yang datang di kantornya”. Jelas Bapak Muslimin.
Bapak Muslimin berjanji akan mengusut permasalahan ini dengan berkoordinasi ke pihak terkait dan mengajak masyarakat untuk bekerja sama memantau di lapangan. “Jika ada kecurangan dalam penyaluran BBM jenis solar ini tolong langsung dilaporkan saya, agar saya dapat menindak tegas pelaku tersebut”. Tambah Bapak Muslimin.






