Menurutnya, keberagaman dapat menjadi modal sosial dalam membangun kehidupan kebangsaan. Ruang dialog dinilai semakin penting di tengah kondisi ruang digital yang kerap diwarnai perdebatan dan provokasi.
“Forum ini bekerja sebagai mimbar kebangsaan. Peserta bertukar pandangan tanpa saling menyerang. Mencari titik sambung, bukan titik pisah,” tulisnya.
Selain dialog, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun sinergi antara pers, pemerintah, lembaga keagamaan, budayawan, dan organisasi masyarakat sipil. Kolaborasi tersebut antara lain dapat diarahkan pada penguatan literasi media serta pelestarian situs dan warisan budaya.
Antonius menyimpulkan bahwa API & DOA PEWARNA Jelajah Budaya Jawa Bali berupaya menghubungkan penghormatan, doa, integritas pers, dan pelestarian budaya dalam satu rangkaian kegiatan.
Ia berharap nilai integritas tidak hanya menjadi slogan, tetapi diterapkan dalam praktik kerja sehari-hari insan pers maupun elemen masyarakat lainnya.
Pro Ecclesia et Patria.






