Ia juga mendorong agar bencana yang terjadi di Kabupaten Solok dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi terhadap upaya mitigasi dan penanganan bencana. Masukan dari pemerintah daerah, tenaga ahli, dan berbagai pemangku kepentingan perlu menjadi bahan pembahasan bersama guna memperbaiki sistem kesiapsiagaan serta merumuskan langkah-langkah penanganan yang lebih baik pada masa mendatang.
Selain itu, Irman turut menyoroti pentingnya perhatian terhadap persoalan lingkungan dan perubahan iklim. Menurutnya, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan perlu menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko bencana dan mendukung pembangunan daerah yang lebih tangguh terhadap berbagai ancaman alam.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Solok, perwakilan daerah di tingkat nasional, serta unsur kebencanaan dalam menghadapi tantangan pemulihan pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Solok berharap dukungan seluruh pihak dapat terus berlanjut, terutama dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, penanganan rumah rusak, pemulihan infrastruktur, serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Melalui sinergi lintas sektor dan langkah pemulihan yang terarah, diharapkan kondisi masyarakat dan infrastruktur di kawasan terdampak banjir bandang Arosuka dapat kembali pulih, sehingga aktivitas masyarakat dan pelayanan pemerintahan dapat berjalan normal kembali.






