Bagi masyarakat Obi, pembangunan tidak boleh berhenti pada angka investasi dan produksi nikel.
“Jangan sampai kekayaan Obi mampu menghidupi Jakarta dan pasar internasional, tetapi masyarakat Obi justru merasa menjadi tamu di tanah sendiri.”
Mereka menegaskan, masyarakat tidak anti-investasi dan tidak anti-pembangunan. Yang dituntut adalah keadilan, transparansi, pemerataan pembangunan dan penghormatan terhadap hak masyarakat lokal serta masyarakat adat.
Obi membutuhkan pembangunan yang nyata — bukan sekadar status strategis di atas kertas.
Wartawan: Ng Siat Fong
Editor: Jefry SH






