Porosnusantara.co.id |JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Suyudi Ario Seto melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (16/7).
Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi lintas kementerian/lembaga dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sebagai langkah bersama dalam melindungi generasi muda Indonesia dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Dalam audiensi tersebut, Kepala BNN RI didampingi Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Plt. Deputi Pencegahan, Plt. Deputi Rehabilitasi, Direktur Hukum Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama, serta Adminkes Madya Deputi Bidang Rehabilitasi.
Suyudi memaparkan berbagai strategi penguatan P4GN yang tengah dijalankan BNN, salah satunya melalui Gerakan Nasional ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika).
Program tersebut mengedepankan pendekatan preventif, edukatif, dan humanis dengan melibatkan keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, serta pemanfaatan ruang digital. Langkah ini dilakukan agar upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat dimulai sejak usia dini.
Dalam kesempatan itu, Kepala BNN RI juga menyampaikan hasil Survei Nasional Prevalensi Penyalahgunaan Narkotika Tahun 2025 yang mencatat angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa.
Selain itu, BNN menyoroti masih adanya stigma terhadap penyalahguna narkotika yang membuat sebagian masyarakat enggan mengakses layanan rehabilitasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan dapat berjalan secara terpadu.
Lebih lanjut, Suyudi menjelaskan sejumlah bentuk kerja sama yang telah dibangun BNN bersama kementerian/lembaga, di antaranya penguatan Program ANANDA BERSINAR bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), pemanfaatan data kelompok rentan bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, pengembangan Program Pesantren Bersinar bersama Kementerian Agama, serta penguatan Program Desa/Kelurahan Bersinar bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari transformasi pendekatan P4GN yang semakin terintegrasi dan berorientasi pada upaya pencegahan.
Pertemuan itu juga membahas perkembangan modus penyalahgunaan narkotika yang semakin kompleks, termasuk penyalahgunaan narkotika melalui vape atau rokok elektrik.
Menyikapi fenomena tersebut, Menko PMK Pratikno menyatakan kesiapan Kemenko PMK untuk mengoordinasikan penguatan sinergi lintas kementerian/lembaga, termasuk dalam pembahasan kebijakan terkait pengaturan penggunaan vape.
Menutup audiensi, Menko PMK menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan BNN dalam pelaksanaan P4GN, baik melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga maupun kegiatan edukasi di berbagai daerah.
Sinergi yang semakin kuat diharapkan mampu meningkatkan perlindungan terhadap generasi muda dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, berkarakter, produktif, serta Bersinar (Bersih Narkoba).






